Map Of The Invisible World By Tash Aw

Penerbit : Elex Media Computindo

Tebal : 554 Halaman

Alih Bahasa : Nadia Andwiani

Hhmm.. Menurut saya  salah satu syarat dari cerita bergenre drama yang baik adalah kadar “realitas” dan masuk akal dari jalan ceritanya. Jika tidak maka masuk dalam kategori berlebihan dan tidak ada bedanya dengan cerita sinetron di tv.

So.. Back to the story. Buku ini bercerita tentang dua orang kakak beradik, Johan dan adiknya Adam yang ditinggal oleh Ibunya di panti asuhan sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Perdo yang terletak di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 1950-an. Tidak ada keterangan mengapa Ibu mereka (yang oleh penduduk setempat diperkirakan ber etnis Sumatra) meninggalkan mereka berdua di tempat terpencil tersebut dan kemudian menghilang tak berjejak.

Mereka berdua lalu diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda. Johan, si kakak diadopsi terlebih dahulu oleh sepasang suami istri yang berasal dari Malaysia (mengapa mereka pergi jauh-jauh ke Pulau Perdo untuk mengadopsi seorang anak pun tidak dijelaskan baik secara tersurat maupun tersirat).

Adam kemuadian diadopsi oleh seorang lelaki berkebangsaan Belanda yang menganggap Indonesia adalah tanah airnya sendiri. Lelaki itu bernama Karl De’Willigen. Adam yang saat itu berumur 5 tahun lalu tinggal bersama Karl di Pulau Perdo. Karl memberinya kasih sayang dan mengajarinya segala hal yang perlu ia ketahui. Semakin beranjak besar, masa lalu yang diingat Adam semakin kabur. Ia ingat ia punya seorang kakak tapi ia tidak bisa mengingat wajahnya.

Lalu cerita bergerak ke tahun 1964. Satu  tahun sebelum peristiwa 30 september di Indonesia. Karena kondisi politik Indonesia, pada saat itu di Pulau Perdo sedang berlangsung razia terhadap orang-orang yang dicurigai komunis dan Karl orang tua angkat Adam yang notabene “bule” terjaring dalam razia tersebut.

Adam yang berhasil bersembunyi ketika peristiwa itu berlangsung akhirnya mengambil keputusan untuk mencari Karl dengan sedikit petunjuk yang ia miliki. Selembar foto, sebuah nama dan sebuah alamat. Margaret Bates, seorang wanita asal Amerika yang kini tinggal di Jakarta. Bertualang lah Adam ke Jakarta untuk meminta bantuan Margaret untuk mencari ayah angkatnya.

Sementara itu, Johan sang kakak yang tinggal dengan keluarga kaya di Malaysia juga selalu merasa bahwa hidup yang dijalaninya sekarang bukanlah kehidupan yang seharusnya dijalaninya. Johan juga tidak bisa menyingkirkan perasaan bersalahnya karena telah meninggalkan Adam.

Di Jakarta, secara ajaib Adam berhasil bertemu dengan Margaret. Margaret langsung bersedia untuk membantu karena ternyata Karl adalah cinta masa lalu yang terlepas dari hidupnya. Namun kemudian Adam terseret oleh arus politik yang sedang berlangsung di Jakarta dan dari sinilah jalan cerita mulai ganjil. Ending nya juga menurut saya masih menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di udara.

Bagaimana kesimpulan saya terhadap buku ini? Latar belakang menarik dan ceritanya juga read-able. But i don’t like it that much. Pada beberapa titik jalan ceritanya “terlalu sinetron” dan cara tokohnya bertindak tidak nyata.

Tash Aw adalah seorang penulis berkewarganegaraan Malaysia yang kini tinggal di London. Sebenarnya, novel pertamanya The Harmony Silk Factory memenangi penghargaan Whitebread First Novel Award pada tahun 2005 serta dinominasikan dalam man Booker Prize. Sepertinya saya lebih penasaran sama novelnya yang pertama. Cari yuk!!

Advertisements