Reconstructing Amelia By Kimberly McCreight

15820136The worst thing that could happen to a mother is losing her child..

Itu kali ya yang bikin buku ini haunting buat saya, karena dari awal kita sudah diberitahu hasil akhirnya. Amelia, seorang anak remaja perempuan, meninggal lompat dari gedung sekolahnya.

Pada suatu pagi Kate Baron, seorang pengacara yang cukup sukses mendapat telepon dari sekolah anaknya bahwa anaknya diskors karena menyerahkan tugas yang ternyata merupakan karya plagiat. Kate dipanggil ke sekolah. Kate lalu meninggalkan pekerjaannya dan bergegas naik kereta menuju ke sekolah anaknya.

Sesampainya di sekolah Kate melihat ambulans dan mobil polisi. Lalu ia melihat mayat seorang anak tergeletak di rumput dan tertutupi, bagian badan yang terlihat hanya sepatunya. Kate lalu mengingat-ingat sepatu apa yang digunakan Amelia tadi pagi, dan kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengingat apa yang anaknya pakai ke sekolah. The dread, the guilt. Can you imagine?

Anak yang tergeletak di rumput itu ternyata betul adalah Amelia. Polisi mengatakan Amelia bunuh diri karena malu telah membuat karya plagiat, Amelia menulis โ€œsorryโ€ di dinding yang terletak di atap sekolahnya sebelum ia melompat.

Kate sempat menyangsikan bahwa anaknya membuat karya plagiat karena Amelia merupakan anak yang cerdas dan tidak pernah bermasalah dari sisi akademik. Kate menyekolahkan Amelia di private school di daerah Brooklyn karena menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Ketika mengetahui dirinya hamil Amelia, Kate telah memutuskan untuk menjadi single parent. Dan dia telah bekerja keras untuk menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan Amelia. Kate tidak menyangkal bahwa karena pekerjaan yang harus ia lakukan ia menjadi jarang di rumah dan sering meninggalkan Amelia.

Namun bagaimanapun Kate adalah orang tua yang penuh kasih sayang, walaupun ia hanya menghabiskan waktu yang terbatas bersama anaknya, Amelia tumbuh menjadi remaja yang sempurna dimata Kate (dan remaja idaman menurut saya), pintar, cerdas, tidak macam-macam, pengertian dan tidak seemosional remaja-remaja lain pada umumnya.

Namun polisi menyimpulkan bahwa Amelia bunuh diri. Dan tidak ada yang bisa Kate lakukan kecuali tenggelam dalam duka. Membayangkan seorang Ibu yang harus memakamkan anaknya sendiri sudah cukup membuat saya sakit perut dan ngilu sendiri.

Lalu kemudian Kate memperoleh sms anonim bahwa Amelia tidak membunuh dirinya sendiri. Dari situlah obsesi Kate dimulai untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Amelia, Kate menggeledah barang-barang Amelia, membaca file-file dalam laptop, handphone dan juga status-status di media sosial Amelia. Kate juga somehow berhasil membuat penyelidikan terhadap kasus Amelia dibuka kembali.

POV cerita berganti-ganti antara Kate dimasa kini dan Amelia beberapa waktu sebelum kematiannya. Beberapa narasi berupa status facebook dan newsletter tidak resmi di sekolah Amelia (semacam film seri Gossip Girl) dan saya jadi sukaaaa banget sama kepribadian Amelia yang bookish.

Di awal-awal narasi Amelia saya juga menyangsikan bahwa ia bisa menjadi seputus asa itu dan lompat dari atap sekolahnya. Lalu dari cerita yang disuguhkan saya dibuat ragu sendiri dan geram karena cerita berkembang ke arah dimana Amelia menjadi terpojok dan mungkin saja menjadi putus asa. Dan lalu saya disuguhkan ending yang bikin ternganga dan pengen mewek sendiri.

Why do bad things happen to good people.. Why?

Lalu saya jadi ngeri sendiri dengan kehidupan remaja di masa sekarang, bullying, cyberbullying, dan dibuat gelisah dan ngga bisa tidur. Apa saya bisa menemani anak saya sendiri dengan selamat melewati masa-masa rawan itu?

Saya sedih karena Kate tidak sempat mengetahui apa yang terjadi di kehidupan anaknya sampai semuanya menjadi terlambat dan bertanya-tanya sendiri seperti apa sih sebenarnya kehidupan remaja-remaja jaman sekarang. Walaupun saya masih punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri Iโ€™m still feel clueless and afraid.

Beberapa hari yang lalu saya membaca berita tentang anak remaja di amerika yang membunuh dirinya sendiri karena cyberbullying yang memang amat sangat parah.

Walaupun ada beberapa kelemahan dalam jalan cerita Reconstructing Amelia, menurut saya isi buku ini masih sangat direkomendasikan untuk dibaca sebagai sentilan untuk para orangtua untuk melakukan evaluasi dari waktu ke waktu. Apakah komunikasi dengan anak berjalan dengan lancar? Kapan terakhir kali betul-betul menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita tentang kehidupan anaknya? Apa kita betul-betul tahu apa yang terjadi dalam kehidupan anak kita?

Kalo buat saya buku ini recomended banget, bikin sesak nafas, inti serta jalannya ceritanya bagus, tema dan pesan yang disampaikan juga penting. Jadi 4 dari 5 bintang dari saya untuk buku ini.

Advertisements