The Day Of The Jackal By Frederick Forsyth

Penerbit : Serambi

Tebal : 607 Halaman

Alih Bahasa : Ranina B. Kunto

Buku ini bener-bener mengandung movie material yang sangat kental. Setelah selesai baca bukunya jadi kepikiran kalo nonton filmnya pasti asik. Buku ini terbagi ke dalam tiga bagian yaitu Anatomi Sebuah Perencanaan, Anatomi Perburuan Manusia dan Anatomi Pembunuhan.

Bagian satu, anatomi sebuah perencanaan dibuka dengan upaya pembunuhan terhadap Presiden Perancis Charles de Gaulle yang dipimpin oleh Jean Marie Bastien Thirty. Upaya pembunuhan tersebut gagal karena Bastien Thirty melewatkan suatu detail penting dan akhirnya harus menghadapi hukuman mati. Bastien Thirty adalah anggota dari OAS (Organisation L’Armēe Secretē), sebuah organisasi rahasia di Perancis yang menentang kebijakan Presiden Charles de Gaulle.

Karena upaya yang gagal tersebut salah satu petinggi OAS, Marc Rodin  memutuskan untuk secara rahasia menyewa pembunuh bayaran profesional untuk sekali lagi melaksanakan upaya pembunuhan terhadap de Gaulle.

Marc Rodin dan kedua rekannya akhirnya bertemu sang pembunuh bayaran dan membuat kesepakatan untuk memanggil sang pembunuh bayaran dengan nama sandi The Jackal.  Lalu sisa bagian pertama menggambarkan dengan sangat detil perencanaan dan persiapan The Jackal dalam melaksanakan tugas tersebut. Terus terang saya terkagum-kagum dengan betapa detilnya Forsyth menggambarkan senjata dan metode yang akan digunakan dalam pembunuhan. Hampir seperti manual “How To Assassinate An Important Person”, hehe. Detil-detil tersebut tampaknya akan lebih asik jika divisualisasikan dalam film.

Cerita mulai menarik bagi saya ketika pengawal Marc Rodin, Victor Kowalski berhasil ditangkap dan diinterogasi secara kejam oleh organisasi intelegen Perancis. Akhirnya rencana Rodin dan kedua rekannya diketahui, namun yang mereka ketahui hanya sebatas Rodin Cs telah menyewa seorang pembunuh bayaran profesional dengan sandi The Jackal untuk membunuh de Gaulle. Mengenai siapa The Jackal dan bagaimana ia akan melaksanakan pembunuhan tersebut organisasi intelegen Perancis sama sekali tidak mengetahui apa-apa.

Presiden Charles de Gaulle, setelah diinformasikan mengenai rencana pembunuhan tersebut  menolak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk pengamanannya sendiri. Perburuan terhadap The Jackal harus dilaksanakan secara rahasia.  Sang Presiden tidak mau terlihat sembunyi karena takut terhadap sang pembunuh bayaran.

Maka tugas perburuan rahasia yang sulit terhadap The Jackal ini dimulai. Untuk memimpin penyelidikan ditunjuk Wakil Komisaris Polisi Claude Lebel, detektif terbaik di Perancis.

Lalu buku bergerak ke bagian kedua, anatomi perburuan manusia. Dari bagian kedua sampai halaman terakhir buku ini sangat mengasyikan karena menceritakan Upaya Lebel untuk melaksanakan Mission Impossible mencari The Jackal. Di bagian lain juga diceritakan tentang upaya tangan dingin The Jackal dalam  menyelesaikan misinya.

Dengan bantuan polisi-polisi dari beberapa negara besar, Lebel akhirnya memperoleh gambaran tentang siapa yang ia cari. The Jackal melalui informannya juga mengetahui sampai dimana kemajuan Lebel, bahwa identitas dirinya telah bocor dan sedang dilaksanakan pengejaran. Namun sang Jackal ini tetap bisa melaksanakan misinya dengan kepala dingin dan siasat yang luar biasa.

Di awal buku Forysth sudah menginformasikan bahwa pada akhirnya Presiden Charles de Gaulle meninggal secara alami. Jadi pembaca juga dari awal sudah mengetahui pada upaya The Jackal pada akhirnya akan gagal. Namun informasi tersebut tidak mengurangi keasyikan kita untuk mengikuti adegan kejar-kejaran antara Lebel dan Jackal. Lebel, seorang detektif cerdas dan intuitif versus The Jackal, sang pembunuh misterius yang bertangan dingin. I like them both ;p

Ternyata organisasi OAS memang benar ada dan upaya pembunuhan Bastien Thirty terhadap Presiden Charles de Gaulle pun merupakan kisah nyata. Sisa ceritanya adalah rekaan sang pengarang. Konon, buku ini diisukan menginspirasi beberapa pembunuhan terhadap tokoh penting ;p

Membaca buku ini, adegan demi adegan tergambarkan bagai menonton action movie di dalam kepala sendiri. Hehe. Untuk para pembaca buku ini walaupun 100 atau 200 halaman pertama sulit untuk dilalui, teruslah berjuang karena setelah selesai membaca anda akan merasa seolah-olah mendapatkan dua pengalaman sekaligus. Membaca buku dan menonton film sekaligus. Oleh karena itu buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca!! Action Thriller yang sangat seru.

Advertisements