Of Bee & Mist By Erick Setiawan

Penerbit : Gagas Media

Alih Bahasa : Fransiska M

Tebal : 570 Halaman

Whoa.. Dua hari ini saya lagi tersihir sama Of Bee & Mist nya Erick Setiawan. Bercerita tentang pengalaman hidup seorang perempuan bernama Meridia, buku ini langsung dibuka dengan kalimat tentang perseteruan antara Meridia dan Eva yang warga kota pun tidak dapat mengingatnya. Lalu kita dibuat penasaran, perseteruan apa sih?

Meridia dibesarkan di sebuah rumah dimana ayah dan ibunya tidak berbicara satu sama lain. Banyak keganjilan dalam rumah tersebut. Mulai dari suhu yang dingin secara tidak wajar, tangga yang bisa memendek dan memanjang, mahluk dalam kaca dan tentu saja elemen yang paling penting, kabut-kabut. Kabut-kabut misterius yang mengganggu siapa saja yang mencoba mengetuk pintu rumah Meridia.

Meridia menghabiskan masa kecilnya dengan berusaha memecahkan persoalan apa yang sebenarnya terjadi antara ibu dan ayahnya. Mengapa ayahnya begitu dingin dan sangat membencinya. Mengapa ibunya menjadi tenggelam di dunianya sendiri dan hidup dalam kealpaan yang dalam. Namun sampai dengan menginjak masa remaja keadaan di rumah Meridia tetap sama, dingin dan misterius.

Ketika berumur 16 tahun Meridia bertemu dengan Daniel dan saling jatuh cinta. Meridia kemudian dikenalkan pada keluarga Daniel dan untuk pertama kalinya berjumpa dengan Eva, Ibu Daniel. Pada perjumpaan pertama itu Meridia sangat terkesan dengan keberadaan Eva. Dibandingkan dengan Ibunya sendiri yang seakan tidak pernah berada di tempat. Sosok Eva terkesan sangat hangat, nyata dan hidup. Meridia mengira bahwa dirinya menemukan sosok ibu yang selama ini dia dambakan.

Atas usaha yang luar biasa dari ibunya akhirnya Meridia memperoleh izin dari ayahnya untuk menikah dengan Daniel. Meridia sangat bahagia dan antusias untuk keluar dari “Rumah Gilanya” dan masuk ke keluarga “normal” Daniel. Mereka pun menikah. Turns out that every family has their own madness and there’s no such thing as a happy ever after.

Di keluarga barunya Meridia menemukan seteru abadinya, dan juga lebah-lebah.. Kejadian demi kejadian membuat Meridia harus bertarung untuk mempertahankan keluarga kecilnya. Seiring berjalannya waktu rahasia keluarganya perlahan-lahan terbuka. Dan Meridia akhirnya mengerti.

Buat saya, buku ini terasa personal sekali. I can relate to the emotions of the characters. Buku ini adalah buku yang tepat di saat yang tepat.

Seberapapun Meridia jatuh berkeping-keping ia selalu menemukan kekuatan untuk bangkit dan ketika telah lelah melawan ia membiarkan waktu menyembuhkannya.

Erick Setiawan has done a really great job. Ia berhasil menciptakan cerita realisme magis yang memikat. Buat saya, tidak kalah asik seperti membaca karya-karyanya Gabriel Garcia Marquez atau Isabel Allende. Penokohan dalam cerita ini juga sangat baik. Jarang sekali saya menemukan tokoh seperti Eva yang alaihim nyebelin, jahat dan manipulatifnya.

Dan akhirnya, satu buku lagi yang saya kategorikan sebagai “must read” kepada anda.

Kau yang kutakutkan,” katanya panjang lebar. “Kau telah menghancurkan setiap bagian dariku dan aku tak dapat menyatukannya kembali. Aku merasa sakit setiap kali melihatmu, dan rasa sakit itu jauh lebih besar daripada cintaku padamu.”

Hal 548 ; pembicaraan antara Meridia dan Daniel.

Advertisements