The White Tiger by Aravind Adiga

Penerbit : Penerbit ANDI

Tebal : 361 Halaman

Alih Bahasa : Rosemary Kesauli

Yay! Menemukan satu lagi buku yang bagus bagai menemukan harta terpendam ya! Udah cukup lama buku ini duduk manis di rak buku saya dan sebenarnya ebooknya juga sudah cukup lama bercokol di ebook reader. Ntah kenapa baru minggu kemaren berminat untuk dibaca.

Garis besarnya novel ini bercerita secara sarkastis (cara bercerita yang kayaknya paling saya suka). Isinya adalah monolog dari Balram Halwai pria yang tadinya tidak punya nama sebelum masuk sekolah dan namanya diputuskan oleh gurunya, seorang yang (mengaku) sebagai Enterpreneur dari Bangalore, India. Monolog diceritakan dalam bentuk surat yang ditulis selama tujuh malam. Surat tersebut  ditujukan kepada Perdana Menteri Cina yang akan berkunjung di India.

Melalui surat-surat tersebut Balram menceritakan kisah hidupnya. Bagaimana cara dia merubah nasib dari seorang yang terlahir di sebuah desa di daerah Kegelapan (julukan yang ia buat untuk daerah dimana kemiskinan merupakan suatu lingkaran setan) sampai bisa mendapatkan “pekerjaan terhormat” sebagai seorang supir di keluarga kaya pengusaha batubara (sehingga membuat keluarganya luar biasa bangga), pergi ke New Delhi dan sampai akhirnya menjadi seorang Enterpreneur di Bangalore.

Melalui narasi itulah kita belajar tentang segala ironi, kesinisam dan sarkasme yang terjadi di India. Waktu membaca novel ini sempat terpikirkan oleh saya “why don’t someone write like this about the absurdities that happen ini Indonesia?” hehe. Negara kita juga tidak kalah absurdnya. Korupsinya, lingkaran setan kemiskinannya, kesenjangan ekonominya. Seperti membaca refleksi keadaan negara Indonesia Raya ini.

Balram menganalogikan lingkaran setan kemiskinan yang terjadi di India sebagai Fenomena Kandang Ayam :

Pergilah ke Old Delhi, ke belakang Masid Jama dan lihat bagaimana cara mereka mengurung ayam di pasar. Ratusan ayam betina putih pucat dan ayam jantan warna cerah dijejalkan rapat-rapat di dalam kandang kawat, berdempetan selengket cacing dalam perut….

Di meja kayu di atas kandang ayam ini, tukang jagal muda duduk sambil menyeringai, memajang daging dan organ ayam yang baru dipotong… Ayam-ayam dalam kandang mencium baru darah dari atas. Mereka melihat organ saudara-saudara mereka bertebaran di mana-mana. Mereka tahu merekalah korban berikutnya. Namun mereka tidak memberontak; tidak berusaha melarikan diri dari kandang.

Hal yang persis sama juga terjadi kepada manusia-manusia di negara ini.

Bagimana cara kerja Kandang Ayam? Bagaimana Kandang Ayam bisa secera efektif mengurung jutaan pria dan wanita. Cari tau jawabannya dalam buku ini dan anda akan bertanya-tanya sendiri apa sesuatu yang sama sebenarnya tengah terjadi di negara kita.

Melalui surat-suratnya Balram menjelaskan kepada Perdana Menteri Cina bagaimana caranya dia bisa keluar dari Kandang Ayam  dengan menghalalkan berbagai cara dan akhirnya menganalogikan dirinya sebagai Sang Harimau Putih.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca!! Ngga heran kalo buku ini dapet penghargaan Man Booker Award.

Advertisements