The Gathering By Anne Enright

Image

Penerbit : Vintage Books London

ISBN : 9780099523826

“We do not always like the people we love- we do not always have that choice.”

Note : Postingan ini adalah dalam rangka posting bersama bulan Oktober Blogger Buku Indonesia yaitu review buku pemenang penghargaan Man Booker Prize.

Saya rasa hampir setiap keluarga memiliki ciri khas dan kegilaannya masing2. Tapi cara Veronica Hegarty mendeskripsikan keluarganya sungguh bisa menularkan rasa pahit getir kepada saya sebagai pembaca kisahnya. Penuh dengan humor sarkastis yang menggambarkan kalo Veronica mencintai sekaligus membenci keluarga (gila)nya.

Besar sebagai anak kesekian dari dua belas bersaudara dengan Ayah yang menjaga jarak dan Ibu yang depresif dan mengawang-awang,  membuat Veronica dalam usia 39 tahun merasa menjadi salah satu yang paling beruntung karena berhasil meraih masa depan yang terlihat mapan dan normal. Mapan dalam arti memiliki suami yang memiliki pekerjaan bagus dan normal dalam arti memiliki keluarga yang ideal menurut pandangan masyarakat dengan dua anak perempuan yang manis.

Tapi masa lalu yang tidak terselesaikan tidak akan membiarkan kita kabur dan bebas begitu saja. Lari hanya akan meninggalkan hantu2 yang terpedam dalam memori.

Oleh karena itu kematian Liam, kakak laki2 yang hanya berjarak 11 bulan darinya membuat benteng kepura2an yang dibangun Veronica runtuh seketika. Liam mati karena menenggelamkan dirinya sendiri. Dan di alam bahwa sadarnya Veronica bisa menduga asal muasal Liam menempuh jalan hidupnya.

Kematian Liam membuat Veronica gelisah. Tiba-tiba Veronica merasa asing di tengah keluarga kecilnya. Ingatan-ingatan yang muncul dan tenggelam membuatnya sulit membedakan antara yang betul2 terjadi dan yang hanya sebatas khayalannya. Hantu2 masa lalu yang berisik dan menuntut untuk diingat dan dikenali.

Di dalam hatinya Veronica merasakan kebencian terhadap Ayah dan Ibunya yang terlalu banyak bereproduksi. Selain dari dua belas anak yang terlahir dengan selamat, Ibunya juga telah mengalami tujuh kali keguguran, dan sebagai akibatnya kondisi kejiwaan Ibunya menjadi tidak bisa diandalkan. Veronica dan saudara2nya selalu sepakat untuk tidak  memberitahu Ibu mereka jika ada satu dan lain hal yang dapat mengganggu ketenangannya. Ibu adalah mahluk rapuh yang harus senantiasa mereka lindungi.

Akibat dari kondisi Ibunya yang terus menerus (sepanjang ingatan Veronica) berada dalam kondisi hamil, pada suatu waktu Veronica, Liam dan satu adik perempuan mereka dititipkan di rumah nenek mereka, Ada Merriman. Ketika itu Ibu mereka tengah mengalami depresi karena salah satu kejadian keguguran. Dan melalui narasinya Veronica akan menceritakan apa yang tiga bersaudara tersebut alami mulai dari titik itu.

Namun untuk dapat menceritakkannya Veronica harus mundur jauh ke latar belakang cerita, ke masa lalu, di tahun 1925, ketika nenek mereka yang cantik Ada Merriman pertama kali bertemu dengan dua pria, Charlie Spillane dan Lamb Nugget. Salah satu dari kedua pria tersebut kelak menjadi kakek mereka, dan bagaimana keputusan Ada untuk memilih salah satu diantaranya bisa membawa dampak pada jalan hidup tiga generasi berikutnya.

Buku ini memenangkan penghargaan Man Booker Prize pada tahun 2007. Dengan tebal 261 halaman dan cara penulisan yang mengalir dan mudah dibaca membuat saya tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Namun dampak dari menutup halaman terakhir buku ini sungguh membuat saya merasa dunia ini memang suram dan berbahaya.  Untuk beberapa lama saya menderita book hangover berupa rasa tidak berdaya dan putus asa. Sampai segitunya dampak yang bisa diakibatkan buku ini.

Buku yang bisa membawa dampak psikologis seperti itu pada pembacanya (walaupun dampak tersebut adalah dampak depresif) menandakan keahlian sang penulis untuk merangkai cerita, menggambarkan perasaan, dan mendeskripsikan situasi. Dan ketiga poin itulah yang Anne Enright sangat kuasai sehingga harus diakui bahwa beliau layak mendapatkan penghargaan Man Booker.

Hadapi saja, tidak semua cerita di dunia ini adalah cerita bahagia. Hanya beberapa pengarang yang  bold enough untuk memilih menceritakan sisi suram dunia. Dan terlepas dari sesuram apapun kisah yang diceritakan, a good writing is a good writing as Anne Enright has done beautifully in this book.

Advertisements