The Lovely Bones By Alice Sebold

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 432 Halaman

Alih Bahasa : Gita Yuliani K.

Such a grim novel! Setelah baca bukunya baru saya nyempetin nonton dvdnya yang udah lama nangkring di rumah. Rasanya saya lebih suka filmnya. Setidaknya di filmnya banyak gruesome details yang di skip dan hasilnya membuat seluruh cerita menjadi lebih layak tonton.

Jadi… Buku ini dinarasikan oleh arwah seorang anak perempuan berumur empat belas tahun yang dibunuh secara keji pada tanggal 6 Desember 1973. Gadis itu bernama Susie Salmon. Setelah dibunuh (dimana adegan pembunuhan di bukunya membuat saya merasa mual), arwah Susie bertransportasi ke tempat antara. Suatu ruang tunggu antara bumi dan surga. Dari tempat tersebut Susie dapat melihat dan memantau apa saja yang sedang terjadi di bumi. Pada keluarga dan orang-orang yang disayanginya, juga pembunuhnya.

Pembunuhan Susie sangat mengguncang keluarga dan juga lingkungan tempat Susie tinggal. Ditambah dengan mayat dan juga pembunuh Susie yang tidak juga ditemukan. Yang berhasil ditemukan polisi hanyalah sepotong tangan, banyak darah dan beberapa barang Susie di sebuah ladang jagung,

Kenyataan itu membuat ayah Susie menjadi terobsesi untuk menemukan siapa sebenarnya pembunuh anaknya. Obsesi tersebut membuat hubungan antara ayah dan ibu susie menjadi merenggang karena ibunya sebenarnya ingin lari dan menutup semua ingatan tentang pembunuhan anaknya. Kedua adik Susie, Lindsay dan Buckley pun merasa diabaikan sekaligus tertekan karena mendapatkan predikat sebagai adik โ€œanak perempuan yang dibunuhโ€.

Susie menyaksikan bagaimana keluarganya menjadi saling menjauh, pembunuhnya melenggang bebas seolah tak bersalah dan cinta pertamanya Ray Singh melanjutkan hidup. Pada beberapa titik Susie juga merasa iri pada kenyataan bahwa dia tidak akan mengalami apa yang adiknya Lindsay alami sebagai seorang gadis remaja.

Sepanjang buku saya dibuat gemas karena pembunuh Susie tidak juga mendapat ganjarannya. Pada beberapa bab dalam cerita alurnya terasa sangat lambat sehingga membuat saya merasa bosan dan menutup buku. Dan ada satu adegan menyebalkan dimana arwah Susie berhasil merasuk ke tubuh temannya Ruth untuk bisa menghabiskan beberapa saat di bumi bersama Ray. Oh Please..

Kayaknya saya deh yang terlalu banyak berharap cerita ini berkembang menjadi semi misteri/ detektif/ thriller. Ternyata tidak and the story is too grim for me.

Tapi sebenernya ada satu tokoh yang saya sukai dari cerita ini yaitu sosok Grandma Lynn. Tokoh nenek nyentrik ini rasanya menjadi angin segar di seluruh jalan cerita dan tampaknya satu-satunya tokoh yang bertindak secara kuat dan rasional.

Advertisements