Daisyflo By Yennie Hardiwidjaja

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 254 Halaman

“Semakin dalam kamu mencintai seseorang, semakin dalam kamu akan terluka. Tapi itulah cinta. Jika kamu berani mencintai seseorang kamu pun harus berani terluka karenanya.”

Buku pinjaman lain dari Mia nih. Penasaran banget karena banyak temen2 BBI yang ngasih 4 sampe 5 bintang. Setengah buku pertama buku ini ngebuat saya kesal bukan alang kepalang. Baru di setengah terakhir saya menangkap istimewanya buku ini. To tell you the truth this is the first book by Indonesian writer that had a twist of story that startle me. Two thumbs up for the twist.

Dibuka dengan adegan upaya pembunuh terhadap seorang pria bernama Tora. Sang calon pembunuh adalah Tara, yang merasa akan mati dalam kubangan dendam jika manusia yang bernama Tora masih bernafas. Lelaki itu telah menghancurkan hidupnya dan juga mataharinya, Junot. Tora akhirnya tertabrak oleh mobil, namun pelakunya bukan Tara, melainkan Alexander, seorang pria yang bersedia melakukan kejahatan untuk menyelamatkan Tara dari tindakan nekatnya.

Lalu kita akan dibawa ke berbagai adegan flash back yang bab demi bab melengkapi puzzle cerita. Tora dan Tara ternyata pernah menjadi sepasang kekasih semasa kuliah di Jakarta. Namun dari penggambaran cerita tidak dapat dimengerti apa yang membuat Tara bertahan. Belum lagi Tara sendiri yang mengakui bahwa lelaki impiannya sebenarnya adalah Junot. Pangeran impiannya yang jauh bumi dari langitnya dengan Tora.

Sedikit demi sedikit semua keganjilan terjelaskan. Cinta segitiga menyedihkan yang berakhir sangat pahit. Meninggalkan Tara menjadi perempuan muda yang memendam kemarahan, secara kejiwaan terganggu dan juga mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Tara pindah kota. Melanjutkan hidup tanpa Tora dan Junot. Namun kepribadiannya tetap bermasalah. As I once tweeted, you can not put back together broken pieces, it is damage forever.

Sampai Tara bertemu dengan Alexander, seorang psikolog yang banting setir ke dalam dunia bisnis. Melalui Alexander Tara merasa mungkin harapan itu masih ada. Alexander yang sangat sabar menghadapinya sedikit demi sedikit membimbing Tara menemukan dirinya kembali.

Semua berjalan lancar. Everybody is moving on with their life. Sampai saat Tara dan Alexander kembali ke Jakarta. Secara tidak sengaja Tara bertemu dengan Junot di sebuah Mall. Ia sedang menggandeng tangan sahabatnya semasa kuliah Muli, dan Junot seperti tidak mengenalinya sama sekali.

Melalui pertemuan antara Tara dengan Muli semua rahasia terbongkar. Namun pembaca tidak akan bisa menduga apa yang sebenar-benarnya terjadi hingga bab2 terakhir. As I said, two thumbs up for the twist.

Walaupun twistnya keren dan ngga bisa disangkal kalo cerita ini punya jiwa, dramatisasi ala sinetron masih terendus and it bothers me a lot. Terutama endingnya.

Jadi, bravo for the twist and the soul of the story. Tiga setengah bintang untuk buku ini.

“Cinta tidak seharusnya dimulai dengan keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia tidak bisa berubah.”

Advertisements