Mata Air Kumari By Yudhi Herwibowo

20130530-122227.jpg

Penerbit : Bukukatta
Tebal : 136 Halaman

Peringatan : Kalo anda gampang gentar jangan coba-coba membaca cerpen ini malam-malam sendirian, hehe. Nanti nasibnya seperti saya yang merinding sendiri di dalam gerbong kereta sepi malam hari begitu sampai ke cerita tentang Ana Bakka! Hiiiiiii.

Kayaknya baru kali ini deh saya memberi 5 bintang pada buku kumpulan cerpen. Terlebih lagi kumpulan cerpen Indonesia. Mungkin memang cerita-cerita pendek di buku ini selera saya banget. Yang jelas begitu nutup buku langsung tertegun saking dibuat merindingnya oleh beberapa cerita di buku ini.

Secara keseluruhan terdapat 14 kisah dalam kumpulan cerpen ini. Genre setiap cerpen adalah campuran misteri, horror, dan magic realisme. Beberapa subjek cerita sudah kita jumpai dalam beberapa buku Yudhi Herwibowo yang lain seperti cerita tentang Kitta Kadafaru dan cerita tentang para Tiku (gerombolan perampok).

Ada beberapa cerita yang ingin saya highlight dari koleksi ini. Beberapa cerita yang menurut saya paling istimewa dan nendang banget, hehe. Berikut top five stories dari keempatbelas koleksi yang ada:

5. Bayi Baboa
Kisah ini adalah tentang seorang dokter wanita bernama Linda Dethan yang berpraktek di sebuah kota kecil bernama Rimolaka, sekitar 50 km sebelah utara kota Ende, Nusa Tenggara Timur.

Suatu ketika selesai praktek di kliniknya, dalam perjalanan pulang Linda di hentikan oleh seorang wanita yang menduga anaknya digigit ular. Ia pun segera mengikuti wanita yang ternyata bernama Magdalena itu.

Bayinya ternyata tidak apa-apa. Magdalena rupanya panik karena melihat dengan mata kepala sendiri ada ular baboa di dalam tempat tidur bayinya. Setelah ia berteriak ular itu pun pergi ke arah jendela dan Magdalena pergi mencari dokter.

Selang beberapa hari berlalu, Magdalena tiba-tiba datang ke tempat praktek Linda. Ia terlihat galau karena ular baboa itu muncul lagi di samping bayinya. Magdalena galau justru karena ular itu tidak mengigit bayinya. Dia khawatir bahwa bayinya adalah jelmaan setang (setan)!

Rupanya terdapat kepercayaan bahwa bila bayi baru lahir didatangi ular baboa, ia akan menjadi anak yang jahat dan durhaka pada orang tua. Ini bukan kejadian pertama, dan kejadian-kejadian sebelumnya selalu berakhir dengan Sang Ibu dengan tega membuang bayinya sendiri.

Sebagai dokter bagaimana Linda akan bersikap? Adakah itu hanya cerita karangan masyarakat setempat saja?

4. Dua Mata Perak
Dua mata perak adalah cerita tentang seorang wanita tuna susila yang tinggal berdua bersama anak perempuannya yang berumur 6 tahun, Aritha.

Aritha terlahir terlahir dengan dua mata perak yang membuatnya tidak dapat melihat. Terlepas dari hal itu, Aritha tumbuh menjadi anak yang kuat.

Namun ntah kenapa perempuan itu merasa Aritha belakangan ini banyak melakukan perlawanan diam terhadap dirinya. Aritha yang tadinya tidak pernah keberatan pada kenyataan ia banyak membawa lelaki ke rumah akhir2 ini menghatuinya dengan kedua mata perak itu.

Perempuan itu merasa takut kepada pandangan mata anaknya. Di kedua mata perak itu ia seolah-olah melihat bayangan kematian.

3. Anak Nemang Kawi
Cerita ini berlatar belakang di papua. Dengan tokoh seorang anak lelaki berumur 12 tahun yang mencoba membuktikan kepada teman-temannya bahwa ia juga adalah seorang anak yang pemberani, walaupun dengan perbuatannya itu ia telah melanggar larangan Ibunya.

Apa bentuk tantangan yang harus ia lalui itu?

Ia hanya harus mendaki bukit bernama Anak Nemang Kawi. Pada ajakan pertama ia menolak teman2nya karena ingat pada peringatan sang Ibu : Anak Nemang Kawi adalah tempat yang berbahaya, banyak orang jahat disana. Anak Nemang Kawi menurut Ibunya adalah tempat orang-orang mati.

Penolakan atas tantangan teman-temannya membuat ia diejek-ejek sebagai anak penakut dan pengecut. Oleh karena itu ia sekarang akan membuktikan keberaniannya dengan mendaki bukit itu sendirian, walaupun hati kecilnya tetap memperingati bahwa tindakannya salah. Ia bukan seorang pengecut.

2. Keris Kyai Setan Kober
Pernahkah terpikir oleh anda bahwa sebuah keris bisa memiliki ambisi?

Ya, ia adalah sebuah keris yang diciptakan seorang empu sakti dengan kemampuan terakhirnya. Ia ditempa dengan mantra-mantra sakti, ditemani dengan bayang-bayang gelap dan suara-suara bisikan dan gelak tawa yang licik.

Terbentuk sempurna dengan wilah 13 lekukan, sang keris pun tercipta sempurna dengan dilingkupi oleh bayang-bayang gelap dan dingin.

Lama terlupakan, keris itu haus akan petualangan. Ambisi untuk membuktikan kehebatannya semakin memuncak karena ejekan-ejekan dari bayang-bayang gelap yang menyelimutinya. Ia marah, dan mencari tuan yang layak untuk memilikinya.

1. Ana Bakka
Rombongan dokter muda dari Dinas Kesehatan Provinsi mendapatkan tugas untuk mengunjungi Desa Mafat-to, tiga jam dari Kota Kupang.

Salah satu dari rombongan itu adalah seorang dokter perempuan bernama Winda. Mereka memilki misi untuk melaksanakan survey perihal busung lapar.

Di tengah pelaksanaan survey Winda terhenyak melihat seorang anak perempuan yang terduduk di tanah. Kaki anak itu dipasung dengan kayu besar dari pohon kelapa.

Tanpa memperdulikan peringatan dari warga bahwa anak perempuan itu gila, Winda nekat mendekatinya. Ana Bakka, anak perempuan itu terlihat tak berdaya dan mengenaskan.

Terlepas dari cerita absurd penduduk desa bahwa Ana telah membunuh Ibunya sendiri, bahwa fam Bakka adalah fam jahat dan semua leluhurnya merupakan orang tidak baik. Winda bertekad harus menyelamatkan anak perempuan malang itu, Ana Bakka.

PS : Postingan juga dibuat dalam rangka posting bareng Blogger Buku Indonesia edisi bulan Mei 2013 untuk kategori kumpulan cerita ๐Ÿ™‚

Advertisements

Miracle Journey By Yudhi Herwibowo

20130517-064014.jpgPenerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 172 Halaman

Lalu apa yang bisa engkau ceritakan tentang jejak-jejak yang terlihat di jalan setapak, dan pelan-pelan hilang tersapu angin? Sebagai pengingat kita untuk tak lagi melihat ke belakang?

Saya pernah membuat review buku Perjalanan Menuju Cahaya dimana di dalam ceritanya terdapat legenda tentang Kitta Kadafaru dari desa Kofa. Desa Kofa yang indah dan memiliki empat mata air semenjak Kitta lahir. Kitta yang dapat menyembuhkan orang lain dengan cahaya yang ada di telapak tangannya.

Lalu suatu hari Kitta Kadafaru muda meninggalkan Kofa, dan mulai saat itu Kofa kembali menjadi desa yang gersang seperti desa-desa sekitarnya.

Kitta Kadafaru merasa perlu mencari jawaban tentang kegelisahan yang menggumpal di hatinya. Tentang beban yang ia rasakan karena fisiknya yang memiliki kekurangan, tentang hal2 yang bisa ia lakukan sehingga membuatnya dianggap sakti oleh penduduk desanya.

Kitta Kadafaru, pemuda dengan punuk di punggungnya. Kitta Kadafaru, pemuda dengan mimpi sederhana, menjadi normal seperti orang-orang lainnya.

Aku ingin menjadi burung-burung yang bisa terbang bebas menuju langit tak bertepi, dan bersembunyi di balik awan…

Di perjalanan Kitta bertemu dengan seorang bapak tua yang tertidur di bawah pohon rindang. Kitta dengan terpaksa membangunkan bapak tua itu karena perlu meminta air. Bekal air yang dibawa Kitta telah lama habis dan ia melihat bapak tua tersebut memiliki tabung bambu yang penuh air.

Dari perkenalan itu mereka memutuskan untuk berjalan bersama sampai arah mereka bersimpangan. Dalam perjalanan tersebut mereka banyak bertukar cerita. Tepatnya bapak tua tersebut banyak bercerita tentang legenda2 yang pernah ia temukan selama perjalanan.

Suatu ketika mereka bermalam di sebuah rumah kosong. Kitta melihat bahwa bapak tua tersebut kesulitan mencari posisi tidur dan tampak kesakitan. Empati membuat Kitta akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk bapak tua tersebut, ia mendekatkan tangannya ke arah kaki sang bapak tua. Dan cahaya pun muncul dari telapak tangan Kitta.

Pagi harinya bapak tua itu tekejut karena seluruh rasa sakit di tubuhnya menghilang sama sekali. Bapak tua tersebut juga sempat melihat cahaya yang keluar dari telapak tangan Kitta. Saat bapak tua itu menanyakan yang sebenarnya kepada Kitta, mengalirlah cerita muasal Kitta meninggalkan desa tercintanya Kofa.

Bapak tua tersebut kemudian menceritakan satu kisah lagi kepada Kitta sebelum mereka berpisah jalan. Kisah tentang Matu Lesso, seorang leleki yang dapat memanggil hujan.

Dikisahkan bahwa Matu Lesso dapat memanggil hujan dengan melemparkan pasir yang ada di tas selempangnya ke arah langit. Matu Lesso melakukan perjalanan panjang dari satu tempat ke tempat lainnya untuk membantu memanggil hujan. Suatu hari Matu Lesso merasa lelah dengan kelebihan yang ia miliki. Matu Lesso hanya ingin hidup normal, menetap dan berkeluarga layaknya orang biasa.

Matu Lesso memutuskan untuk mengabulkan hanya tiga permintaan lagi. Setelah itu ia akan berhenti melakukan perjalanan. Ia akan menetap dan hidup normal.

Menurut sang bapak tua pada akhirnya Matu Lesso melaksanakan keinginannya. Ia hanya mengabulkan tiga permintaan dan setelah itu menetap, hidup layaknya orang biasa.

Melalui kisah itu sang bapak tua mencoba menyampaikan kepada Kitta bahwa ia memiliki pilihan yang sama. Jika Kitta betul2 mendambakan untuk hidup normal, cobalah untuk melakukan hal yang sama seperti yang Matu Lesso lakukan. Semua itu adalah hak Kitta untuk dilakukan, keputusannya sendiri untuk diambil.

Kitta pun memutuskan untuk menerima saran bapak tua. Merekapun berpisah jalan dan saling mendoakan. Dari titik itu Kitta bertekad untuk membantu tiga orang lagi, kemudian mencari tempat untuk menetap dan hidup normal.

Pertanyaannya, sanggupkah ia mengambil pilihan tersebut?

Pertanyaan yang menurut saya menjadi tema seluruh isi cerita bergenre Magic Realism ini. If you had the resources to help those in needs, would you? And if you decide not to, can you live with that decision?

That is a deep question and this book makes me question myself too.

Belakangan ini saya mengambil keputusan yang membuat saya keluar dari zona nyaman saya. Keputusan yang menempatkan diri saya sendiri dalam risiko. Saya mengambil keputusan itu karena pada akhirnya saya menolak memalingkan muka dari kesewenangan yang terang2an dipamerkan di lingkungan saya.

Pada akhirnya memang satu orang tidak akan bisa memberontak kepada satu sistem. It requires much more than that. Tapi tidak sedikitpun saya menyesali langkah yang sudah saya ambil. Jika semua dapat diulang saya pun tetap akan mengambil langkah yang sama. Karena hanya dengan itu saya dapat berdamai dengan diri saya, dengan nurani saya. I take all consequences with no regrets. In my case, that’s my answer for the question.

Nah jadi curcol kan.. Hehe.. Anyway, I love this story about Kitta Kadafaru’s journey. Genre Magical Realism masih jarang dijamah oleh para pengarang Indonesia and I highly encourage Yudhi Herwibowo to continue doing so. He’s doing a good job in this Genre!

4 dari 5 bintang dari saya untuk buku Miracle Journey ini.

The Art Of Hearing Hearbeats By Jan Philipp Sendker

Penerbit : Other Press

Tebal : 325 Halaman

ย โ€œAnd so there must be in life something like a catastrophic turning point, when the world as we know ceases to exist. A moment that transform us into a different person from one heartbeat to the next.โ€

Kepuasan nemuin dan baca suatu buku yang kita ngga pernah tahu dan ternyata layak buat dapetin 5 bintang dan jadi buku favorit itu memang luar biasa. Sekali lagi secara ngga sengaja saya dipertemukan dengan satu buku keren yang jadi kesayangan saya : The Art of Hearing Hearbeats ini.

Julia nekat berangkat ke pedalaman Burma setelah menemukan salah satu surat ayahnya yang belum lama menghilang. Surat itu ditujukan kepada seorang wanita bernama Mi Mi. Setibanya di tempat tujuan tiba2 ia dihampiri oleh seorang lelaki tua yang mengklaim bahwa ia telah lama menunggu Julia untuk datang.

Prasangka bahwa lelaki tua itu kurang waras terpatahkan setelah ia berhasil menyebutkan dengan persis nama panjang Julia berikut tempat dan tanggal lahirnya. U Ba nama lelaki tua itu. Ia berjanji untuk menceritakan segala sesuatu tentang ayahnya. Ia telah menunggu lama untuk menceritakan kisah itu kepada Julia.

โ€œHow can anyone truthfully claim to love someone when theyโ€™re not prepared to share everything with that person, including their past?โ€

Sebelum berangkat ke Burma, Julia telah mengkonfrontasi Ibunya perihal surat itu. Ternyata selama ini Ibunya selalu mengetahui hati Ayah Julia bukan miliknya. Ia mencintai orang lain entah dimana. Ibunya tidak pernah berhasil mencari tahu. Ayahnya telah menjadi seseorang yang dekat dimata namun jauh dihati. Mereka hidup di tempat yang sama tapi di dua dimensi yang berbeda. Demi mendapatkan penjelasan mengapa Ayahnya setega itu berbuat demikian, Julia memutuskan untuk mendengarkan kisah U Ba.

Ketika keesokan harinya Julia bertemu kembali dengan U Ba, bergulirlah kisah yang indah namun getir dari seorang lelaki burma bernama Tin Win dan perempuan yang memiliki cacat fisik bernama Mi Mi.

Tin Win lahir dari pasangan orang tua yang sangat percaya pada astrologi. Ketika Tin Win lahir di โ€œhari burukโ€ dimana seringkali kelahiran seseorang membawa bencana, Ibu dan Ayahnya secara tidak disadari menciptakan jarak yang tidak tertembus antara dirinya dan Tin Win. Ketika Tin Win sudah menginjak usia anak2, dua orang polisi datang ke rumahnya dengan membawa informasi bahwa Ayahnya telah mengalami kecelakaan.

Ibunya menerima berita tersebut dengan tenang, melaksanakan upacara pemakaman sebagaimana kewajiban seorang istri dan 36 jam kemudian mengepak sedikit barangnya dan pergi meninggalkan Tin Win begitu saja. Tin Win yang diperintahkan untuk menunggu memanjat sebuah pohon sehingga bisa melihat Ibunya berjalan menjauh dan dalam pikirannya, akan pula bisa melihat jika Ibunya pulang dari kejauhan. Pada kenyataannya Ibunya tidak pernah pulang. Tin Win menunggu berhari-hari.

Seorang tetangga mereka, wanita yang hidup sebatang kara bernama Su Kyi akhirnya memaksa Tin Win untuk turun.ย  Tin Win yang sudah tidak makan dan minum selama berhari-hari seolah sudah ada di pintu ajalnya. Dengan telaten Su Kyi merawat Tin Win, namun ia tidak bisa menyelamatkan Tin Win sepenuhnya. Tin Win telah kehilangan kemampuannya untuk melihat. Su Kyi bertekad untuk merawat Tin Win karena kesamaan nasib. Mereka dua orang yang telah dilukai hidup.

โ€œShe hoped that Tin Win would learn what she had learned over the years: that there are wounds time does not heal, though it can reduce them to a manageable size.โ€

Cerita U Ba bergerak dari waktu ke waktu, peristiwa ke peristiwa. Dengan setengah percaya Julia mendengarkan kisah seorang pemuda yang kemudian menjadi Ayahnya. Yang kemudian tidak dapat melupakan cinta sejatinya Mi Mi, walaupun sejak berpisah diumur belasan tahun tidak pernah berjumpa kembali. Pemuda yang konon dapat mendengar suara detak jantung setiap mahluk hidup yang ditemuinya.

Aaaaakkhh, cerita buku ini bagus banget!! Walaupun saya tidak sreg dengan beberapa pilihan hidup Tin Win, namun ceritanya tetep romantis dan meluluh lantakkan perasaan. Apa benar ada cinta sejati seperti ini? I wonder…

โ€œLife is a gift full of riddles in which suffering and happiness are inextricably intertwined. Any attempt to have one without the other was simply bound to fail.โ€

Perjalanan Menuju Cahaya By Yudhi Herwibowo

Penerbit : Sheila

Tebal : 200 Halaman

โ€œDi sebuah perjalanan, kau akan menemukan apa saja, Duara. Sebuah kisah yang aneh, seorang sahabat yang baik, dan kalau sudah cukup besar nanti, sebuah cinta yang dalam..โ€

Baca buku Perjalanan Menuju Cahaya dan [Un]affair nya Yudhi Herwibowo sungguh membuat saya kesengsem sama genre drama & romance karya beliau. Walaupun sebenarnya Perjalanan Menuju Cahaya ini lebih ke arah Magic Realism, satu lagi genre favorit saya selain Dystopia.

Kalo yang belum terlalu familiar dengan genre Magic Realism, salah satu contoh visualisasinya (dalam film) yang paling fenomenal adalah Big Fish. Karena itulah buku2 bergenre magic realism sangat mudah tergelincir ke prasangka plagiarisme film Big Fish. Padalah memang begitulah magic realism, kayak berjalan di sekumpulan taman penuh dongeng. Dan film Big Fish memang sangat menginspirasi. Dan terdapat perbedaan maha besar antara โ€œterinspirasi olehโ€ dan plagiat. Karena itu saya angkat topi buat pengarang yang dalam pengantarnya menguraikan bahwa salah satu inspirasi buku ini adalah film Big Fish.

Cerita dibuka dengan dipecatnya seorang pemuda dari kantor tempatnya bekerja, Duara namanya. Duara yang sedang merasa sangat kecewa karena peristiwa tersebut tak lama kemudian menerima telepon bahwa kakeknya, yang sering ia panggil Opa Mora telah meninggal dunia di kampung halamannya di Ende, Maumere.

Duara tidaj berfikir panjang untuk segera pulang kampung ke Ende, walaupun harus meninggalkan kekasihnya Shi, di Jakarta. Apa yang Duara ingat tentang Opa Mora?. Opa Mora adalah seorang pendongeng yang hebat dan Duara menyimpan kisah2 itu dalam hatinya.

Di Ende Duara bertemu dengan Ayahnya. Namun karena urusan pekerjaan Ayah Duara harus segera pulang. Momen baru saja kehilangan pekerjaan dimanfaatkan Duara untuk menghabiskan waktu sejenak.

Dari hasil pembicaraan dengan beberapa kerabat, Duara menyimpulkan jika mereka menganggap semua dongeng Opa Mora hanyalah kebohongan belaka. Duara menemukan pertentangan di hatinya. Apalagi setelah beberapa hari setelah kematian Opa Mora datang sebuah surat yang diantar oleh seorang utusan. Utusan tersebut menyebutkan bahwa surat itu dikirimkan oleh seorang Tiku terakhir.

Pada akhirnya Duara memutuskan untuk mencari orang yang mengirimkan surat tersebut, sambil melakukan napak tilas perjalanan penuh dongeng Opa Mora. Dan seseorang tidak akan pernah tau apa yang akan ia alami ketika ia memulai sebuah perjalanan. Akankah Duara menemukan jawaban? Persahabatan? Atau… cinta yang mendalam?

Akhh.. Walau endingnya bikin saya gigit jari namun saya tetap mengacungkan dua jempol untuk cerita ini. Magic Realism Indonesia pertama yang saya sangat nikmati kisah per kisahnya.

โ€œKau tahu, apa yang sebenarnya membuatmu menjadi orang yang begitu berarti, Duara? Jawabannya begitu sederhana : saat seseorang begitu mengharapkan dirimu. Itu saja.โ€

Luka dan Api Kehidupan By Salman Rushdie

Penerbit : Serambi

Tebal : 294 Halaman

Alih Bahasa : Yuliani Liputo

Pertama-tama sodara-sodara, Luka ini adalah nama seorang anak laki-laki. Kedua, ternyata ceritanya masih nyambung sama Harun dan Samudera Dongeng yang udah lamaaaa banget saya punya dan baca. Buku Harun itu lumayan berkesan soalnya waktu itu genre fantasi belum booming kayak sekarang-sekarang. Dan kalo ditilik-tilik (dilihat secara teliti.red) Harun & Samudera Dongeng dan Luka & Api Kehidupan ini agak2 condong ke magic realism juga.

Luka ternyata adalah adik Harun yang terpisah lahir 18 tahun. Bersama orang tuanya Rashid Khalifa & Soraya, mereka tinggal di Kota Kahani, bagian dari sebuah negeri (ajaib) yang bernama Alif Bay. Ayahnya Luka berprofesi sebagai pendongeng. Luka telah familiar dengan petualangan kakaknya Harun di negeri dongeng, ketika Harun masih seumur Luka. Diam-diam luka merasa sedikit iri dengan petualangan Harun dan sangat mendambakan petualangannya sendiri.

Suatu waktu ketika Luka berumur dua belas tahun, rombongan sirkus datang ke Kahani. Rombongan sirkus yang bernama Great Rings of Fire tersebut sangat terkenal di seluruh pelosok negeri Alif Bay. Luka sangat ingin menyaksikan rombongan tersebut lewat, namun Ayahnya tidak berniat pergi. Luka baru mengatahui dari Ayahnya bahwa sekarang sirkus tersebut dipimpin oleh seorang Ringmaster bernama Kapten Aag yang sangat kejam terhadap seluruh binatang.

Esok harinya ketika pulang sekolah Luka melihat rombongan sirkus tersebut lewat. Seketika luka jatuh kasihan pada hewan-hewan yang tampak kurus, tak terawat dan menderita. Luka merasa marah, dan ketika Kapten Aag berada tepat di depannya Luka berteriak sekuatnya, โ€œSemoga semua binatangmu berhenti mematuhi perintahmu dan cincin apimu melalap habis tenda jelekmu.โ€

โ€œDan dalam keheningan magis itu suara Luka melengking sejelas bunyi tembakan, kata-katanya membahana hingga memenuhi langit, dan mungkin bahkan menemukan jalan ke rumah Takdir yang tak terlihat, yang menurut beberapa orang menguasai seluruh dunia.โ€

Malam harinya kata-kata yang dilontarkan Luka menjadi kenyataan. Hewan-hewan sirkus memberontak, tenda sirkus terbakar. Keesokan paginya, seekor anjing dengan lencana di ikatan lehernya bertuliskan โ€œBeruangโ€ dan seekor beruang dengan lencana di ikatan lehernya bertuliskan โ€œAnjingโ€ muncul di pintu rumah Luka. Mereka adalah hewan sirkus yang telah melarikan diri dan entah bagaimana caranya menemukan jalan ke rumah Luka.

Di hari-hari berikutnya anjing dan beruang tersebut menjadi sahabat terbaik Luka. Satu bulan lebih satu hari setelah kedatangan kedua hewan tersebut, galaksi tiba-tiba menyala dengan terang di malam hari. Dan pada malam hari itu Rasyid Khalifa, pendongeng legendaris Kahani, jatuh tertidur dengan senyum di wajahnya, dan tidak bangun lagi keesokan paginya. Dia terus tertidur, tidak ada seorang pun yang bisa membangunkannya. Para dokter pun tidak mengetahui apa yang harus di lakukan.

Hari demi hari berlalu. Di suatu malam Luka berhasil mengetahui bahwa semua ini adalah ulah Kapten Aag yang mendendam. Kejadian-kejadian berikutnya memberikan petunjuk pada Luka bahwa ia harus berpetualang ke Negeri Dongeng, dengan ditemani kedua hewan kesayangannya. Untuk membuat Ayahnya bangun, Luka harus mencuri api kehidupan di negeri dongeng. And the journey begin..

Hhhmm.. Inget banget dulu bagaimana kisah Harun sangat berkesan buat saya. Bahkan saya lebih suka Harun dan Samudera Dongeng daripada Midnightโ€™s Children dan Satanic Verses. Hehe. Tapi entah deh, mungkin karena sekarang sudah terlalu banyak cerita fantasi yang bagus, cerita Luka dan Api Kehidupan ini tampak average saja kadar serunya. Maybe Iโ€™ll be able to understand the english version of this book better than the translated one. Banyak kata yang tricky untuk diterjemahkan sepertinya. Hehe.

When God Was a Rabbit By Sarah Winman

Penerbit : Bentang Pustaka

Tebal : 363 Halaman

Alih Bahasa : Rini Nurul Badariah

Nothing can compare the feeling when you just finished reading a good book… I am completely mesmerized…

โ€œKubagi kehidupan menjadi dua. Bukan benar-benar Sebelum dan Sesudah, lebih menyerupai pembatas buku, menyatukan tahun-tahun lembut lamunan kosong, tahun-tahun penghujung masa remaja atau usia dua puluhan yang masih kelihatan kurang dewasa. Tahun-tahun mengambang yang bagiku membuang waktu jika dikenang.โ€

Begitulah Elanour Maud, atau Elly menceritakan kisahnya. Satu bagian ketika ia kecil hingga menjelang masa remaja dan satu bagian lagi ketika ia telah menginjak usia dua puluh tujuh tahun. Karena di kedua periode itulah kisah hidupnya yang hilang saling bertautan kembali. Saling menemukan dan melanjutkan apa yang pernah menjadi bagian cerita masa kecilnya.

Pada bagian pertama Elly menceritakan tentang masa kecilnya. Saat Elly berumur dua tahun, kakek nenek dari pihak ibunya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Kejadian tersebut membuat Ibunya shock dan untuk sementara waktu mengambil jarak dengan Elly dan hidup di alamnya sendiri. Saat itulah datang uluran tangan dari kakak laki-lakinya Joe. Elly dan Joe menjadi sangat dekat, tipe hubungan kakak adik yang bikin saya sirik, hehe. Hanya Joe yang benar-benar mengetahui relung-relung terdalam pemikiran Elly begitu pula sebaliknya, termasuk sesuatu yang โ€œgelapโ€ yang terjadi pada masa kecil Elly. Joe bersumpah untuk selalu menjaga Elly.

Elly ini termasuk quirky kid, pemikiran dan pembicaraannya jauh melebihi umurnya. Karena itulah Elly sulit menemukan teman. Suatu ketika Joe memberi Elly hadiah seekor kelinci, Elly menamai kelincinya God. Pada suatu hari Elly menceritakan tentang binatang peliharaannya itu di depan kelas, dan saat Elly mengungkapkan bahwa ia menamai kelinci peliharaannya God, kejadian tersebut menyebabkan gurunya marah besar. Hanya ada satu anak perempuan yang mendukung Elly, Jenny Penny.

Elly lalu bersahabat dekat dengan Jenny Penny. Jenny Penny yang seorang anak dari ibu tunggal yang agak berantakan segera merasa menemukan keluarga keduanya di rumah Elly. Banyak hal membuat Jenny Penny berharap bahwa dirinya benar-benar merupakan bagian dari keluarga Elly.

โ€œAku pernah punya kelinci,โ€ Jenny Penny bercerita.โ€Sewaktu aku masih sangat kecil, waktu kami tinggal di karavan.โ€

โ€œApa yang terjadi padanya?โ€ aku bertanya, sudah merasakan keanehan yang tak terelakkan.

โ€œMereka memakannya,โ€ ia menjawab, lalu sebutir air mata mengalir menuruni pipi berlumpur ke sisi mulutnya.

Ketika ayah dan ibunya memutuskan untuk pindah rumah tanpak berdiskusi dengan Elly dan Joe, mereka berdua memutuskan untuk sepenuhnya mempercayai kedua orang tua mereka dan pergi. Pergi dengan perasaan terlepas dari kehidupan lama menuju sesuatu yang mereka sama sekali tidak tahu. Sebelum pergi mereka berdua memutuskan untuk mengubur kaleng di halaman rumah lama mereka, satu untuk sendiri-sendiri, Elly mengisi kalengnya dengan foto, Joe merahasiakan apa isi kalengnya.

Jenny Penny marah, kecewa, namun akhirnya menerima dan ikut melepas kepergian sahabatnya. Elly merasa tidak berdaya meninggalkan Jenny Penny.

โ€œKurasa kita tidak akan pernah bertemu lagi,โ€ kata Jenny Penny, mendongak kepadaku, wajahnya merah dan sembap.

โ€œTentu saja kita akan bertemu,โ€ sanggahku, merangkulnya dan menghirup bau keripik yang familier dari rambut sahabatku. โ€œKita terhubung,โ€ tambahku. โ€œTerhubung secara tak kasat mata.โ€

Dan aku benar. Kami bertemu lagi, tetapi hanya sekali waktu-pada masa kanak-kanak-sebelum kehidupan kami bersimpang bagai sungai yang bercabang dan mengalir ke dataran lain.

Banyak peristiwa yang terjadi dalam buku ini, ketragisan, kematian, tawa, tangis, ironi. Semuanya digambarkan melalui pandangan Elly yang tidak biasa. Ketika Elly dan Joe dewasa menemukan secara mengejutkan bahwa jalinan cerita masa lalu mereka menyambung kembali, akankah kehidupan berbaik hati dan memberikan mereka kedamaian?

Apa yang saya sukai dari buku ini hingga menganugrahi 5 bintang di goodreads. Keseluruhan ceritanya, dimana hal-hal buruk memang terjadi di dunia ini. Aura gelap dan sedikit absurd yang sama sekali tidak mengurangi pesan penting yang ingin disampaikan. Hubungan kekeluargaan dan persahabatan yang begitu erat sehingga semua hal buruk yang terjadi sepertinya biasa-biasa saja. Bagaimana mereka saling menguatkan diri masing-masing. Dan semua keunikan pada masing-masing tokoh yang tidak dipusingkan dan diterima secara wajar.

Tokoh Elly dan Joe yang selalu merasa tua dan hidup dalam balon sabun mereka sendiri, para outsiders yang merasa nyaman di dalam dunia mereka. Terutama dengan Elly, saya merasa memiliki banyak kesamaan dengan Elly yang selalu menyimpan segala sesuatunya sendiri.

Bahkan saya sangat menyukai tokoh-tokoh lainnya seperti bibi Nancy, Arthur dan Ginger, Alan, Charlie. Setiap tokoh rasanya memiliki karakter yang kuat, memiliki rasa masing-masing yang menambah warna dari keseluruhan cerita.

Dan yang terakhir adalah bahasanya yang indah. Kehampaan, kekosongan, kekhawatiran akan hidup digambarkan dengan gaya bahasa yang indah sehingga terasa less hurtful. Tidak cengeng tidak berlebih-lebihan. Indah. I love this book. Sarah Winman is definitely my new fav author.

โ€œKenangan, sekecil atau sesederhana apapun, adalah halaman-halaman yang menjelaskan siapa kita.โ€

The Brief Wondrous Life of Oscar Wao By Junot Diaz

Penerbit : Riverhead Books

Tebal : 335 Halaman

Meet Rafael Trujillo, orang yang digambarkan Junot Diaz bagaikan Sauron di buku Lord Of The Rings. Rafael Trujillo adalah tokoh nyata yang pernah menjabat sebagai presiden Dominican Republik. Masa kekuasaannya disebut-sebut sebagai periode paling berdarah dalam sejarah Dominican Republik, belum lagi rumor tentang betapa predatornya Rafael Trujillo terhadap perempuan.

Junot Diaz menggambarkan Trujillo sebagai penjahat utama yang menyebabkan tokoh-tokoh dalam buku ini mengalami kehidupan yang tragis melalui kutukan yang disebut masyarakat Dominican Republik dengan istilah Fuku.

โ€œIt is believed that the arrival of Europeans on Hispaniola unleashed the fuku on the world, and weโ€™ve been in the shit ever since.โ€

โ€œIt was believed even in educated circles, that anyone who plotted against Trujillo would incur a fuku most powerful, down to the seventh generation and beyond. If you even thought a bad thing about Trujillo, fua, a hurricane would sweep your family out to sea, fua, a boulder would fall out of a clear sky and squash you, fua, the shrimp you ate today was the cramp that killed you tomorrow.โ€

Tokoh utama kita adalah Oscar De Leon. Oscar bersama ibu dan kakak perempuannya tinggal di New Jersey. Ibunya adalah imigran yang pergi dari Dominican Republik menuju Amerika ketika muda.

Kutukan bermula dari generasi kakek Oscar yang menolak untuk memberikan anak perempuannya, Jaquelyn kepada Trujillo. Trujillo adalah orang yang dengan tidak segan-segan menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang inginkan, termasuk perempuan. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari โ€œThe Eyeโ€ nya Trujillo.

Ketika Abelard berkelit, Trujillo segera menahan dan menyiksa Abelard dengan tuduhan tidak berdasar. Istrinya Soccoro kemudian bunuh diri dua bulan setelah melahirkan anak perempuannya yang ketiga, Hypatia Belicia Cabral atau Beli.

Kedua kakak perempuan Beli meninggal dengan cara yang tidak wajar. Beli yang sendirian di dunia kemudian diambil oleh kerabat jauhnya hanya untuk kemudian dijual sebagai budak. Adalah La Inca, seorang janda yang juga sepupu Ayahnya yang menyelamatkan Beli dari dunia gelap perbudakan.

Beli kemudian dibesarkan oleh La Inca. Beli konon kemudian tumbuh menjadi gadis remaja yang luar biasa cantik. Fuku alias sang kutukan kemudian menlancarkan aksinya, Beli bertemu orang yang salah sehingga untuk menyelamatkan dirinya, La Inca memaksa Beli untuk kabur ke Amerika.

Di America Beli bertemu seorang pria, menikah dan memiliki dua anak, Lola dan Oscar. Oscar adalah seorang nerd, obesitas, terobsesi pada serial-serial fantasy, maniak games, dan menulis berlembar-lembar kisah fantasy setiap harinya. Tidak ada anggota keluarga mereka yang bisa lepas dari jeratan fuku, termasuk Beli, Lola dan Oscar.

Oscar dalah objek bully dari teman-teman sebayanya. Kisah ini adalah tentang Oscar the Nerd yang berusaha membuat hidupnya worth living. Tentang apa yang akhirnya ditemukan Oscar sebagai tujuan hidupnya you have to read it yourself. Hehe.

Walaupun buku ini telah memenangkan banyak penghargaan, termasuk Pulitzer Price for Fiction pada tahun 2008, terus terang agak sulit buat saya untuk menyelesaikan buku ini. Pertama adalah masalah bahasa, Junot Diaz banyak menggunakan istilah-istilah bahasa spanyol yang notabene iโ€™m not familar with. Bahkan terdapat beberapa paragraf yang blas ditulis dalam bahasa spanyol tanpa terjemahan inggrisnya. Jadi di awal-awal buku saya merasakan banyak kehilangan cerita.

Kedua adalah masalah footnote yang keterangannya bisa mencapai setengah halaman sendiri. Footnote tersebut dipergunakan Junot Diaz untuk menjelaskan sekilas tentang sejarah Dominican Republic dan juga Trujillo yang memang menjadi latar belakang ini. Namun penulisan seperti ini kadang membuat saya jadi lebih menikmati isi footnote nya daripada isi ceritanya ;p

Ketiga iโ€™m not that familiar with Dominican Republic history jadi ya harus googgling2 sedikit untuk mengetahui apa yang si penulis sebenarnya bicarakan.

Lalu apakah saya bisa menikmati isi buku ini? Di seratus halaman terakhir, ya, karena kesimpulan dari cerita memang baru jelas di bagian akhir, dan mungkin karena akhirnya saya terbiasa dengan gaya penulisan Junot Diaz. Mungkin membaca terjemahan bahasa indonesianya akan lebih baik, kalo kelak ada yang akan menerjemahkan buku ini.