The Casual Vacancy By J. K. Rowling

13593363Penerbit : Little Brown Book

eISBN : 9781405519229

“But who could bear to know which stars were already dead, she thought, blinking up at the night sky; could anybody stand to know that they all were?”

Saya heran dengan rating buku ini di Goodreads yang bahkan tidak mencapai angka 3,5. Apa karena para pembaca mengharapkan Rowling menuliskan sebuah kisah lain yang menyerupai Harry Potter series dimana pihak yang baik pada akhirnya akan selalu menang? Bahwa cinta akan memberikan kekuatan untuk mengalahkan kejahatan?

As much as I love Harry Potter series, I fully realized that in the end, it is a fairy tale.

Keberhasilan J. K. Rowling menulis buku yang betul2 bertolak belakang dengan karya masterpiece nya adalah sesuatu yang brilian, akui saja it’s hard for a book to be compared with Harry Potter series. Meskipun pengarangnya sama, buku di genre yang sama akan selalu diperbandingkan.

The Casual Vacancy ini tidak akan pernah bisa diperbandingkan dengan Harry Potter series karena berasal dari spesies yang 180 derajat bertolak belakang. Not apple to apple. Karena itulah saya menyarankan jika temen2 akan membaca buku ini, buang jauh2 dari ingatan bahwa penulisnya adalah orang yang sama dengan penulis Harry Potter series. In that way you’ll be able to judge more objectively.

What’s the book all about?

It’s about real people, real life, where nobody are completely evil or completely good. Everyone is gray, they had a good side, but they also keeping secrets about them-self. It’s about hypocrisy that rule our world, where what other think of us are far more important that who we really are. It’s about prejudice that let us judge people because of their label and not their heart. It’s about irony that so often happened in real life, where people with “less resources” usually loose. It’s about how unfair life is, what is fated, fated.

“Things denied, things untold, things hidden and disguised.”

Yups.. That’s exactly what this book all about..

Latar belakang cerita dalam buku ini adalah sebuah kota kecil indah bernama Pagford. Kalo yang suka baca bukunya Agatha Cristie yang edisi Miss Marple, persis seperti itulah Pagford. Area kecil dimana semua orang (mengira) saling mengenal satu sama lain dan banyak hal yang tersembunyi dibalik indah dan teraturnya kota.

“Pagford Parish Council was, for its size, an impressive force. Of all the local council under the higher authority of Yarvil District Council, Pagford prided itself on being the most obstreperous, the most vocal and the most independent.

Yet this amicably appointed body was currently in a state of civil war. An issue that had been causing fury and resentment in pagford for sixty odd years had reached a definitive phase, and factions hand rallied behind two charismatic leaders.”

Kehidupan Pagford dikendalikan oleh sebuah badan perwakilan, Pagford Parish Council. Selama ini warga (yang mengaku) asli Pagford memiliki kebencian terpendam terhadap sebuah area kecil yang mereka namai Fields yang terdiri dari sekumpulan rumah (yang menurut mereka) kumuh berikut penghuninya yang sebagian besar tidak bereputasi baik.

Fields memang bukan perumahan asli Pagford. Pembangunan perumahan itu dilakukan oleh Distric Yarvil karena kurangnya sarana perumahan di distrik tersebut. Namun karena berada dalam area Pagford, maka Fields dinyatakan sebagai bagian dari Pagford. Meskipun orang2 asli Pagford beranggapan bahwa Fields adalah daerah berpenyakit yang membawa pengaruh buruk pada warga Pagford.

Selama ini terjadi perpecahan dalam Pagford Parish Council. Kekuatan terbagi ke dalam dua kubu dimana kubu yang satu ingin mencoret Fields dari wilayah Pagford, dan kubu yang lain berusaha sebisa mungkin memanusiaakan para penghuni Fields.

Kubu yang terakhir, dipimpin oleh seorang lelaki kharismatik bernama Barry Fairbrother. Barry yang humoris ini, dengan tulus melakukan banyak hal yang dapat memajukan para penghuni Fields.

Ketika pada suatu malam, secara tidak terduga Barry Fairbrother tiba2 tumbang di halaman parkir sebuah restoran ketika bermaksud merayakan ulang tahun pernikahan dengan istrinya, saat itulah peta kekuatan mulai bergeser di Pagford.

Barry meninggal pada malam itu. Dan luar biasa bagaimana sebuah kematian dapat memicu rangkaian kejadian yang berujung pada tragedi terbesar sepanjang sejarah Pagford.

Melalui buku ini sayang mengaminkan kemampuan J. K. Rowling untuk menulis. Damn she can write!! Dan pastinya saya akan sangat-sangat menantikan buku yang akan ditulis Jeng Rowling berikutnya.

Lima dari lima bintang untuk The Casual Vacancy.

“You must accept the reality of other people. You think that reality is up for negotiation, that we think it’s whatever you say it is. You must accept that we are as real as you are: you must accept that you are not God.”

 “What was love, after all? Thought Parminder. Was it love when somebody filled a space in your life that yawned inside you once they had gone?”