Catching Fire By Suzanne Collins

Penerbit : Scholastic

Tebal : 472 Halaman

“In that one slight motion, I see the end of hope, beginning of destruction of everything I hold dear in the world. I can’t guess what form my punishment will take, how wide the net will be cast, but when it is finished,  there most likely be nothing left. So you would think that at this moment, I would be in utter despair . Here’s what’s strange. The main thing I feel is a sense of relief. That I can give up this game.”

Sempat berburuk sangka dalam 1/3 halaman pertama bahwa jalan cerita seri kedua The Hunger Games ini akan dibawa ke arah cinta segitiga yang nyebelin. Setelah menutup halaman terakhir bersyukur banget kalo prasangka saya salah besar. Hehe. Semakin kesini saya semakin suka arah jalan cerita yang lebih kaya intrik politik dan tokoh2nya yang semakin lovable (menurut saya). Plus munculnya enemy number one versi karakter buku, siapa lagi kalo bukan President Snow.

Dari awal ya? Di akhir buku pertama untuk menghindari kenyataan bahwa mereka harus saling membunuh Katniss mengeluarkan buah berry beracun, dan Peeta mengerti maksud Katniss. It is better if the both die. Tepat di saat mereka berdua memasukan buah berry beracun ke mulut masing2 para Gamemakers secara tiba2 merubah keputusan dan mengumumkan bahwa mereka berdua menang.

Di titik itu Katniss belum sepenuhnya menyadari akibat dari tindakannya. Dalam momen2 berikutnya ia baru menyadari bahwa tindakannya mengeluarkan buah berry tersebut dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap peraturan yang telah dibuat Capitol, therefore apa yang diperbuatnya sama dengan sebuah wujud pemberontakan. Untuk menyelamatkan mereka berdua Haysmith memerintahkan Katniss untuk berlaku seakan2 tindakannya dimotivasi oleh cinta buta dalam wawancara penutupan mereka.

Wawancara penutupan sukses. Penduduk Capitol dibuat termehek2 dengan kisah cinta Katniss dan Peeta. Dalam perjalanan pulang Peeta terkejut ketika Katniss bercerita tentang pengarahan Haysmith, Peeta sama sekali tidak mengetahuinya dan baru tersadar bahwa motivasi Katniss selama ini adalah hanya “how to survive the game” sedangkan Peeta benar2 tulus mencintai Katniss. Kaget dan terluka, semenjak saat itu Peeta dan Katniss menjaga jarak. Imho, saya ngga yakin motivasi Katniss 100% hanya untuk survival, hanya saja si neneng memang too numb to notice.

Setelah pulang ke District 12 mereka pindah ke Victors Village. Perumahan khusus tempat para pemenang The Hunger Games dari District 12 tinggal. Hanya 3 rumah yang terisi, milik Haysmith, milik Katniss dan milik Peeta. Semenjak saat itu Katniss dan Peeta tidak pernah kekurangan sesuatu apa pun.

Diantara Hunger Games yang sudah lewat dan Hunger Games berikutnya, pemenang diwajibkan untuk melaksanaan tour dari satu district ke district lainnya. Motivasi Capitol sebenarnya sangat jelas, agar warga district tidak sempat melupakan teror yang menunggu. I slightly admire how they manage their citizens by pure fear, di titik ini ceritanya hampir condong ke 1984 nya Orwell dan bukan lagi cerita young adults alias remaja.

Katniss sangat terkejut ketika suatu hari pulang ke rumah ada seorang tamu istimewa menunggunya. Tak lain dan tak bukan adalah penguasa Panem, sang diktator, President Snow yang membawa wewangian mawar campur darah ke setiap sudut ruang yang ditempatinya.

Ternyata sang Presiden sangat membenci tindakan Katniss dan bisa membaca bahwa motivasi “cinta buta” itu hanya sandiwara. Tindakan Katniss dianggap sebagai contoh pemberontakan untuk warga lainnya dan dapat memicu perlawanan dari District2, karena pada akhirnya Katniss menang, karena di saat2 terakhir pimpinan Gamemakers memutuskan untuk menyelamatkannya. Sang Presiden sendiri berpendapat bahwa sang pimpinan Gamemakers terlalu sentimentil dan menginformasikan kepada Katniss kalo ybs telah dihukum mati karena perbuatannya itu.

Presiden Snow juga telah mengetahui bahwa semenjak kembali ke District 12 hubungan Katniss dan Peeta berjarak, belum lagi komplikasi dari keberadaan Gale, sahabat Katniss yang ternyata menaruh perasaan terhadapnya. Sang Presiden tahu segalanya. Singkat kata sang Presiden memberikan peringatan kepada Katniss, bahwa ia harus tetap bersandiwara sebagai sepasang kekasih yang dimabuk cinta dengan Peeta, jika tidak maka taruhannya adalah seluruh nyawa keluarga mereka berdua.

Tour pun dimulai. Pada beberapa situasi spontanitas Katniss justru membawa efek yang berlawanan dengan yang diinginkan Presiden Snow, dan Katniss juga mulai melihat kenyataan bahwa mungkin memang betul pemberontakan telah dimulai. Saat tour berakhir di Capitol, Katniss menerima verdict nya dari Presiden Snow. Sandiwara yang telah dilakukannya tidak berhasil. Mimpi2 buruk Katniss pun dimulai. Di saat2 seperti ini Peeta selalu ada di samping Katniss, menemani Katniss tidur, menenangkannya ketika mimpi buruk datang. Oh sweet Peeta..

“Peeta, how come I never know when you’re having a nightmare?” I say.

“I don’t know. I don’t think I cry out or thrash around or anything. I just come to, paralyzed with terror,” he says.

“You should wake me,” I say, thinking about how I can interrupt his sleep two or three times on a bad night. About how long it can take to calm me down.

“It’s not necessary. My nightmares are usually about losing you,” he says. “I’m okay once I realize you’re here.”

Aaaawwwww.. Jitak Katniss lagi..

Hukuman datang melalui perayaan Quartel Quell. Setiap 25 tahun pelaksanaan Hunger Games, para panitia sakit jiwa di Capitol merayakannya dengan event khusus yang dinamakan Quarter Quell. Pada perayaan Quarter Quell biasanya peserta The Hunger Games ditentukan dua kali lebih banyak. Dalam arti setiap District harus mengrimkan dua pasang anak laki2 & perempuan.

Sesuatu yang berbeda terjadi tahun ini. Presiden Snow mengumumkannya lewat siaran langsung. Untuk perayaan 75 tahun The Hunger Games alias Quarter Quell tahun ini, peserta diambil dari para pemenang Hunger Games yang telah lewat. Setiap Distric harus mengirimkan sepasang pemenang. Artinya ? Artinya adalah Katniss is back in the game. Dan kali ini Katniss dan Haysmith sepakat bahwa mereka harus menyelamatkan Peeta. They owe him that dan Katniss merasa bahwa semua ini diskenariokan untuk memastikan ia mati, jadi lebih baik menjadikan kematiannya berguna dengan menyelamatkan Peeta.

“I have a mission. No, it’s more than a mission. It’s my dying wish. Keep Peeta alive.”

Oh ya ampyun saya sangat menyukai arah jalan cerita buku ini. Sungguh susah untuk berhenti baca. Di buku kedua ini juga kita akan berkenalan dengan karakter2 baru yang menarik, terutama para pemenang Hunger Games di masa lalu yang ikutan kembali ke arena, diantaranya ada Finnick, Johanna, Beete, Mags. Di buku kedua ini juga kita mulai bisa membaca apa yang terjadi termasuk Katniss dan Peeta. Ending yang mengagetkan bakalan membuat pembaca gigit jari dan yakin banget akan segera grabak grubuk nyari dan baca buku ketiganya.

“All I want to do is collapse on my metal plate. But I can hardly do that after what I just witnessed. I must be strong. I owe it to Cinna, who risked everything by undermining President Snow and turning my bridal silk into mockingjay Plumage. And I owe it to the rebels, emboldened by Cinna’s example, might be fighting to bring down the Capitol at this moment. My refusal to play the Games on the Capitol’s terms is to be my last act of rebellion. So I grit my teeth and will myself to be a player.”

“At some point, you have to stop running and turn around and face whoever wants you dead.The hard thing is finding the courage to do it.”

“You know, you could live a thousand lifetimes and not deserve him.”

Advertisements

10 thoughts on “Catching Fire By Suzanne Collins

  1. Hahaha.. Bener banget tuh, Mbak. Begitu selesai buku ke-2, langsung kayak orang kesetanan nyari buku ke-3. Untung udah stok semuanya, jadi aman. Ga pake histeris2an segala… #lebay ;p

    • Jiaaaaahhh.. Hehe.. Aku suka banget trilogi ini.. Apalagi penutupnya, mockingjay yg walaupun kata bnyk orang mengecewakan tapi buatku real banget & menutup cerita dgn kembali berjejak ke bumi, bukan ke dongeng with the happily ever after 🙂

  2. bener gak sih ntar di endingnya catching fire Peeta meninggal? trus gimana sama Katniss and Peeta? apa mreka bakalan sama” lagi? apa hubungan mreka Happy Ending ?? :””””” omgomggggg .. please responnyaaa.. thanks

    • Hihihi.. Peeta ga meninggal kok.. Soal Peeta & Katniss ayo dibaca aja, ntar spoiler dong kalo saya kasi tau.. Hehe.. Bagusnya buku ini tuh realistis, there’s no such thing as a happy ending, so does in Peeta & Katniss story 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s