Hujan dan Teduh By Wulan Dewantra

Penerbit : Gagasmedia

Tebal : 248 Halaman

Beli buku ini karena tertarik sama cap di cover depannya “Juara Pertama Kompetisi Menulis 100% Roman Asli Indonesia”, covernya yang manis and sinopsis di belakang bukunya ..

“Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan….

Seems promising kan.. Dan saya yang sedang bertekad memperluas preferensi genre pun akhirnya mengantongi buku ini pulang..

Dan hasilnya.. Mmmm.. Not my cup of tea sepertinya ya.. Someone once said that trust is like a mirror, if it is broken you can never put back the pieces together, the cracks will always be there. It will never be the same. So.. Miss Bintang in this story must be daydreaming..

Kembali ke buku ah. Jadi.. Tokoh utama dalam cerita ini adalah seorang perempuan bernama Bintang. Ceritanya ditampilkan bolak balik antara flashback masa sma nya Bintang, masa kuliahnya Bintang dan masa kini.

Di cerita flashback tentang masa sma saya dibawa ke kisah miris Bintang dan Kaila. Bagaimana prasangka dan penilaian dari orang lain bisa lebih kejam daripada vonis yang dijatuhkan hakim, bahkan Tuhan, dan menghancurkan orang hingga tidak bersisa.

Di cerita flashback masa kuliah saya dibawa ke kisah bodoh Bintang dan Noval. Kenapa saya sebut kisah bodoh, saya tidak semerta-merta menghakimi. Tapi saya mengenali kebodohan itu. I’ve been there. Rasa terperangkap dalam ruangan tertutup, tahu bahwa harus keluar dari ruangan tersebut, bahkan pintunya juga tidak dikunci tapi somehow tidak bisa membuat kaki berusaha untuk keluar bahkan satu langkah pun.

Di masa kini Bintang dihadapkan dengan pilihan yang dilematis. Jerat tali nasib tidak akan sepenuhnya melepaskan seseorang. Ada sebab pasti ada akibat. Setiap pilihan selalu memiliki konsekuensi.

Ah saya kurang sreg dengan endingnya. Atau memang saya nya aja yang ngga bisa menilai buku ini secara objektif. Sama sekali tidak percaya kesempatan kedua yang diberikan Bintang akan berakhir bahagia. What do you expect girl? Haven’t you been hurt deep enough? Ah sudahlah..

Advertisements

16 thoughts on “Hujan dan Teduh By Wulan Dewantra

  1. sama, mbak, aku juga ingin memperluas genre.
    tapi kalo untuk yang genre romance, kayaknya nggak dulu.
    masih nggak suka sama genre yang banyak nangisnya,
    apalagi novel ini.
    bukannya mau negecap negatif, tapi kayaknya nggak sesuai sama realita
    hehehehe…….
    maaf ya!!!! :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s