Sweetness at the Bottom of the Pie By Alan Bradley

Penerbit : Bantam Books

Tebal : 373 Halaman

“As I stood outside in Cow Lane, it occurred to me that Heaven must be a place where the library is open twenty-four hours a day, seven days a week.

No … eight days a week.”

Perkenalkan detektif cilik kita, namanya Flavia de Luce. Seorang anak perempuan quirky berumur 11 tahun yang hobi berkutat di laboratorium kimia pribadinya dan hobi membaca buku-buku yang berhubungan dengan science.

Flavia punya dua orang kakak perempuan yang bernama Ophelia dan Daphney. Flavia dan kedua kakaknya jarang sekali akur dan lebih sering balas membalas iseng. Mereka tinggal bersama seorang Ayah yang pendiam dan menjaga jarak.

Hhhhmm.. Flavia ini sedikit berbeda dari anak-anak perempuan kebanyakan.. Selain karena dia sangat “gila ilmu” dan hobi melakukan percobaan2 (yang cukup berbahaya), Flavia juga punya rasa ingin tau yang kebangetan (menurut ukuran saya) sampe kadang-kadang gemes sendiri baca ceritanya..

Suatu malam Flavia mendapati Ayahnya sedang berbicara dengan nada agak keras dengan seorang pria berambut merah yang tidak ia kenali. Pagi berikutnya Flavia mendapati pria tersebut tergeletak di kebun, ketika didekati ternyata kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya sambil mengucap satu kata terakhir “Valle”..

Di sinilah segala sesuatu bermulai. Flavia dengan tingkat curiosity yang super duper tidak bisa menahan dirinya untuk mencari tahu dan step by step menemukan fakta demi fakta atas kematian si pria misterius.. Luckly Flavia adalah tipe manusia yang tahu kemana harus mencari, modal dasar untuk menjadi seorang detektif.

Semuanya berkaitan dengan masa remaja ayahnya. Dimana pada saat itu di sekolah ayahnya terjadi kematian seorang guru yang cukup tragis, ia melompat dari menara. Konon guru tersebut memutuskan untuk bunuh diri karena insiden hilangnya selembar prangko langka, satu-satunya di seantero Inggris. Pencarian yang  ternyata membahayakan jiwa namun along the way membuat Flavia lebih mengenal kepribadian ayahnya.

Cerita ini british banget, hehe. Saya sebenernya menyukai karakter Flavia yang quirky dan kadang sok tau, tapi dalam beberapa titik memang anak itu kebangetan karena hobi banget menyerempet2 bahaya. Selain dari itu karakter kedua kakaknya yang drama queen banget juga cukup menarik karena kontras banget dengan Flavia.

Yang saya ngga ngerti adalah why would anybody killed each other over a stamp? Hehe.. Ntahlah mungkin saya aja yang kurang paham. Mudah-mudahan di buku berikutnya Flavia dihadapkan dengan misteri yang lebih “mengigit” deh! Dan bagaimanapun saya tetap akan membaca buku berikutnya 😉

Thanks to mia yang udah minjemin buku ini!! Tengkyuuu yaaa..