Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah By Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 507 Halaman

“Sederhana, Borno. Kau bolak balik sedikit saja hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika wajah kau tak kusut lagi. Dijamin berhasil.”

Duh, nasihat yang tepat untuk diberikan pada saya yang terkadang suka mutung sama urusan kantor. Hehe. Andai saja saya seperti Borno (sang tokoh utama dalam cerita ini) yang selalu dibimbing oleh kata-kata bijak tetangganya, Pak Tua.

Anyway, He’s done it again. I love the story of this book. Tambah kagum bagaimana Tere Liye bisa memandang cinta dari sudut yang sama sekali berbeda dan menceritakannya dengan cita rasa yang sama sekali berbeda pula. Kalo di buku sebelumnya, Sunset Bersama Rosie saya dibikin nangis termehek-mehek berkali-kali hingga menutup halaman terakhir. Di buku Kau Aku ini ntah berapa kali saya dibikin ketawa2 sendiri, belum lagi kasus senyum2 yang tak terhitung. Sampai menutup buku pun saya masih tertawa terkekek2. Borno.. Borno..

Resmi deh jadi pengarang Indonesia kedua fav saya setelah (alm) Pramoedya Ananta Toer. Dengan suksesnya berhasil menyalip Andrea Hirata, A. Fuadi, Dewi Lestari dkk.

Back to the story. Cerita ini berlatar belakang kota Pontianak yang dipotong oleh sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas. Karena dipotong oleh sungai besar maka penduduk yang memiliki keperluan menyeberang dari satu sisi kota ke sisi kota lainnya seringkali menggunakan perahu kecil bertenaga motor yang mereka sebut dengan istilah Sepit.

Saya juga baru tau dari buku ini kalo nama kota Pontianak berasal dari sebuah cerita/legenda hantu yang melibatkan kuntilanak (ini fakta loh). Sungguh aneh tapi nyata. Hehe. Bandung kenapa namanya Bandung ya? Hhhmmm O_o .. Sudahlah..

Kisah dibuka dengan penggalan kehidupan Borno_sang pemuda dengan hati paling lurus sepanjang sungai kapuas, tokoh utama kita ketika masih seorang bocah kecil. Ayah Borno, seorang pengemudi Sepit kawakan di kota Pontianak pada suatu waktu mengalami kecelakaan, terjatuh dari Sepit kemudian tersengat ubur-ubur beracun.

Ketika sampai di rumah sakit dokter menyimpulkan bahwa nyawa Ayah Borno tidak terselamatkan lagi. Wasiat terakhir dari Ayahnya Borno adalah supaya Borno jangan pernah menjadi pengemudi Sepit seperti dirinya, dan untuk mendonorkan jantungnya jika ia meninggal. Borno kecil terlambat mengetahui bahwa Ayahnya memutuskan untuk mendonorkan jantung. Ketika tau dada Ayahnya telah dibelah dan diambil jantungnya, Borno mengamuk sejadi-jadinya di rumah sakit. Di saat itu dia diamati oleh seorang gadis kecil keturunan Tionghoa yang nanti akan masuk ke dalam kehidupannya.

Cerita beranjak ke masa-masa Borno yang telah lulus dari sma. Karena ketidak tersediaan biaya maka Borno memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Setelah berkali-kali berganti pekerjaan akhirnya Borno terpojok pada suatu keadaan dimana ia tidak memiliki pilihan pekerjaan lagi. Lalu sahabat-sahabat baik orang tuanya Pak Tua (seorang pengemudi sepit senior yang telah memperlakukan Borno seperti anak sendiri), Bang Togar (Ketua perkumpulan pengemudi sepit yang super galak tapi komikal), Cik Tulani (pemilik rumah makan yang sering menyuruh2 Borno), dan Koh Acong (pemilik toko kelontong) akhirnya membujuk Borno untuk melaksanakan satu-satunya pekerjaan yang ketika itu mungkin dilakukan, menjadi pengemudi sepit.

Tentu saja pada awalnya Borno menolak untuk melanggar wasiat Ayahnya. Namun ia memang tidak memiliki pilihan lain. Jadilah Borno seorang pengemudi sepit, walaupun harus melewati masa ospek yang kejam tapi lucu oleh Bang Togar. Di hari ketika Borno sudah dinilai layak untuk mengemudikan sepit sendiri, tanpa diduga2 sahabat2 ayahnya yang dimotori oleh Bang Togar menghadiahkan sebuah sepit baru untuk Borno. Resmilah pada hari itu Borno bergabung ke perkumpulan pengemudi sepit.

Di suatu hari yang sebenarnya biasa-biasa saja, untuk Borno sesuatu yang akan menjungkir balikkan hidupnya pagi itu terjadi. Salah satu penumpang sepitnya adalah seraut wajah yang tidak pernah akan ia lupakan. Seorang gadis muda berambut hitam panjang dengan wajah sendu menawan. Sayangnya proses menyeberang sungai kapuas dengan menggunakan sepit hanya berlangsung selama 10 menit. Berlalu pula lah gadis itu dengan meninggalkan kegelisahan di hati Borno.

“Apalah namanya ini? Disebut apakah perasaan ini? Kenapa hatiku macam sayuran lupa dikasih garam, hambar, tidak enak, tidak nyaman? Atau seperti ada tumpukan batu besar di dalamnya, bertumpuk-tumpuk, membuat sempit. Atau seperti ikan diambil tulangnya, kehilangan semangat.”

Melalui berkali-kali kejadian yang manis tapi sangat mengundang tawa akhirnya Borno berkenalan dengan gadis sendu menawan itu, namanya Mei.

“Ibu, usiaku dua puluh dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seseorang yang diam-diam kaukagumi. Tapi sore ini, meski dengan menyisakan banyak pertanyaan, aku tahu, ada momen penting dalam hidup kita ketika kau benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi di hati. Sesuatu yang tidak pernah bisa dijelaskan.”

“Kita tidak pernah tahu masa depan. Dunia terus berputar. Perasaan bertunas, tumbuh mengakar, bahkan berkembang biak di tempat yang paling mustahil dan tidak masuk akal sekalipun.”

Lantas apa semuanya menjadi sesederhana itu. Tentu saja tidak. Tidak ada yang sederhana di dunia ini. Borno dan Mei harus berpisah untuk kemudian dipertemukan lagi. Saling merindukan, saling menunggu dan tentu saja aneka ria kesalahpahaman.

“Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”

“Rasa senang, rasa sedih, itu semua hanya soal pengharapan.”

“Maafkan aku Mei, itulah satu-satunya yang tidak bisa kupenuhi. Sarah bukan kesempatan baru bagiku. Kau satu-satunya kesempatan yang pernah kumiliki, dan aku tidak akan pernah mau menggantinya dengan siapapun.”

Aaaawwww… Borno sepertinya memang pemuda dengan hati paling lurus di sepanjang sungai kapuas.

Dua dunia yang berbeda, namun tetap berusaha sebaik-baiknya menjalankan peran masing-masing dalam penantian. Terus memperbaiki nilai keberadaan masing-masing di dunianya. Sungguh ini bukan kisah cinta yang cengeng dan menye2. Ini adalah sample kisah cinta yang penuh kesabaran dan penerimaan. Tidak terburu-buru mencari kesimpulan dan membiarkan takdir mengantarkan mereka berdua pada kebenaran. Kebenaran? Ya.. Karena memang semuanya tidak sesederhana yang terlihat. Borno bertemu dengan Mei dan kemudian Sarah. Ada jalinan benang nasib yang mempertautkan pertemuan dan perpisahan mereka.

Duh Tere Liye ini memang jago deh. Dia berhasil menceritakan kisah yang sebenarnya penuh ketabahan ini dengan bahasa yang ceria, lucu dan seringkali mengundang tawa. Ketika menutup halaman terakhir saya masih tertawa tergelak sendiri, ikut senang akan akhir kisah Borno, kemudian merenung.. Sanggupkah saya menerima jalinan benang nasib dengan senyuman, penerimaan, kerja keras dan keikhlasan seperti Borno? Sanggupkah saya menjalankan peran itu?

Tokoh fav saya tentu saja geng recok Pak Tua, Bang Togar, Cik Taulani, Koh Acong. Tokoh2 yang berkarakter dan unik dan sangat mewarnai isi cerita. Sangat direkomendasikan untuk dibaca buku ini!! I completely adore this story!!

“Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri.”

Perfect Chemistry By Simone Elkes

Penerbit : Terakota

Tebal : 448 Halaman

Alih Bahasa : Angelic Zaizai

Hhhhhmmm.. First of all, maaf2 buat para penggemar Perfect Chemistry karena review saya mungkin agak nyelekit. Kesimpulan setelah membaca 448 halaman buku ini adalah cerita young adult model begini definitely not my cup of tea. Cerita cinta klise banget antara dua remaja dengan dua dunia yang berbeda yang pada akhirnya, against all odds lives happly ever after. Such a cliche cinderella story.

Sang remaja perempuan bernama Britanny. Terlahir dengan penampilan lahiriah yang sempurna, badan model, wajah cantik, rambut pirang, mata biru dari sebuah keluarga yang berada. Brittany yang juga seorang kapten tim cheerleader mungkin merupakan sebuah spesimen sempurna dari “remaja perempuan impian” versi amerika.

Belum lagi Brittany berpacaran dengan salah satu cowo terganteng di sekolah yang juga kapten tim football. Mereka adalah pasangan sempurna. Tata surya akan meleset jika terjadi sesuatu pada mereka berdua.

Romeo dalam cerita ini adalah Alex Fuentes, remaja keturunan meksiko yang berasal dari keluarga imigran. Meskipun Alex adalah seorang anggota geng berbahaya yang menamai dirinya Red Blood. Namun mas Alex ini dikisahkan super duper tampan eksotis memiliki mata gelap yang tajam, rambut ikal hitam plus pintar.

Mereka berdua, Alex dan Britanny hidup di dua dunia yang sama sekali berbeda. Sampai suatu ketika mereka dipasangkan untuk mengerjakan suatu tugas kimia selama satu semester.

Perlahan-lahan kita akan mengetahui bahwa Britanny bukanlah barbie doll, hidupnya tidak sesempurna yang orang lain kira. Namun Britanny telah begitu terbiasa untuk bersandiwara bahwa segala sesuatu dalam hidupnya adalah sempurna.

Alex juga ternyata bukan sekedar cowo latino brengsek karena dia memiliki alasan mengapa harus bergabung dengan geng persaudaraan red blood. Masa lalunya yang kelam membuat ia mendidik dirinya menjadi keras pada dunia. Seperti juga Britanny, Alex menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bersandiwara menjalani peran yang harus ia mainkan.

Little to say, selanjutnya mereka berdua dengan sedikit permusuhan dan ribut-ribut di awal cerita perlahan saling mengetahui kehidupan masing-masing dan saling bersimpati. Ternyata setiap orang memang pasti punya sesuatu yang dirahasiakan. Dan mereka berdua (karena faktor chemistry yang tepat) merasa tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain di hadapan satu sama lain.

Singkatnya jeng Britanny dan Mas Alex jatuh cinta. Belum lagi Collin yang semakin lama menjadi semakin “shallow” dan mendesak Britanny untuk melakukan sesuatu yang tidak inginkan. Putuslah Britanny dan Collin.

Apa lantas kisah Alex dan Brittany akan berlangsung mulus, tentu tidak. Berbagai rintangan dramatis sudah menghadang dan siap menghentikan mereka. Tapi pada akhirnya mereka hidup bahagia selamanya.

Weleh-weleh. Layaknya serial twilight yang memang mengandalkan hormon remaja. Buku ini pun saya rasa mengandalkan resep yang sama. Maaf-maaf tapi memang karakter tokohnya terasa palsu, tidak ada emosi yang digali dan ya itu, ceritanya terlalu klise. Hehe. It was OK but definitely not my cup of tea 🙂

Howls Moving Castle By Diana Wayne Jones

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 327 Halaman

Saya suka banget sama film2nya Studio Gibli terutama kalo yang bikinnya Hayao Miyazaki. Ceritanya selalu semi absurd, semi magis, tapi bagus dan kadang bikin terharu. Ngga ada perasaan yang digambarin secara eksplisit tapi selalu kerasa. Tipe cerita atau film yang saya suka banget lah.

Howls Moving Castle ini is one of my fave.. Negeri yang menjadi latar cerita bernama Ingary..

“Di Ingary, negeri tempat hal-hal seperti sepatu bot ajaib dan jubah yang bisa membuat orang menghilang benar-benar ada, agak kurang beruntung bila kau dilahirkan sebagai sulung dari tiga bersaudara. Semua orang menganggap anak tertua akan paling dulu mengalami kegagalan dan paling merasakan keburukan bila ketiganya pergi mencari keberuntungan.”

Tokoh utama kita bernama Sophie yang sayangnya adalah anak sulung dari tiga bersaudari. Sophie memiliki dua adik perempuan bernama Lettie dan Martha. Ayahnya adalah seorang pemilik toko topi di sebuah kota bernama Market Chipping. Ibu kandungnya meninggal ketika Sophie dan Lettie masih kecil. Ayahnya kemudian menikah lagi dengan seorang wanita cantik bernama Fanny. Dan tiga bersaudari itu dilengkapi dengan hadirnya Martha.

Ketika ketiga bersaudari itu beranjak remaja, ayah mereka Mr. Hatter meninggal dunia. Ternyata toko topi sedang berada dalam kondisi buruk sehingga Sophie dan Lettie harus berhenti sekolah. Hanya Martha yang diizinkan Fanny untuk tetap bersekolah.  Setelah itu Fanny mengatur agar Lettie bekerja di salah satu toko kue di Market Chipping dan Sophie membantunya di toko topi.

Pada masa2 itu, ada dua penyihir yang sedang tenar di Ingary. Satu adalah si Nenek Sihir dari Waste yang ingin mencelakai keluarga kerajaan. Dua adalah Penyihir Howl yang memiliki istana bergerak. Ya, istana Penyihir Howl tidak pernah diam di satu tempat. Dan kabarnya Penyihir Howl gemar menculik gadis2 muda dan memakan jiwa mereka.

Ternyata Sophie memiliki bakat untuk mendesain topi. Topi2 yang dibuat Sophie kabarnya dapat membawa efek khusus pada wanita yang memakainya sehingga terlihat lebih cantik. May Day adalah salah satu hari perayaan khusus di Market Chipping. Di hari itu Sophie menutup toko dan pergi menemui adiknya di toko kue chesari. Sekembalinya ke toko Shopie didatangi oleh seorang wanita yang sangat cantik, namun berdandan sedemikian megah sehingga terlihat menakutkan.

Sang perempuan pada awalnya berlagak mencoba2 topi. Ketika tidak ada yang cocok dan perempuan tersebut mulai mengeluh Sophie mulai kehilangan kesabaran. Akhirnya sang perempuan membuka jati dirinya sebagai Nenek Sihir dari Waste dan menuduh Sophie telah mencampuri urusannya. Sophie merasa itu adalah sebuah kesalahan karena ia sama sekali tidak mengetahui apa yang si Nenek Sihir bicarakan. Namun Nenek Sihir dari Waste tetap tidak mau mendengar dan berkeras menghukum Sophie.

Setelah Nenek Sihir itu pergi alangkah terkejutnya Sophie ketika mendapati bahwa dirinya telah disihir menjadi nenek2  tua. Sophie memutuskan bahwa dengan penampilannya yang seperti itu ia tidak mungkin tetap tinggal di toko topi. Fanny tidak akan mengerti. Akhirnya Sophie memutuskan pergi mencari peruntungannya sendiri, ia pergi dari toko topi tanpa tahu akan kemana.

Di perjalanan Sophie sempat menolong seekor anjing yang ternyata di masa yang akan datang akan memainkan peran dalam hidupnya. Setelah itu ia melihat istana Penyihir Howl sedang bertengger di sebuah bukit. Sophie memutuskan untuk pergi kesana dan meminta bantuan Penyihir Howl untuk merubahnya kembali.

Dengan usaha yang tidak mudah Sophie berhasil masuk ke istana tersebut. Dua penghuni yang ia temui adalah seorang anak bernama Michael yang mengaku sebagai murid Penyihir Howl dan api tungku yang bisa berbicara bernama Calcifier. Ternyata Calcifier adalah sebangsa jin yang membuat istana selalu bergerak. Calcifier membuat kontrak dengan Penyihir Howl yang membuatnya terikat untuk tetap membuat istana itu bergerak.

Sophie berjanji pada Calcifier untuk membantu mencari cara membebaskannya dari kontrak Penyihir Howl jika dirinya diizinkan tinggal disana. Mulai dari saat itu Sophie menjadi salah satu penghuni istana bergerak Penyihir Howl dengan penyamaran sebagai pengurus rumah tangga baru.

Apakah yang akan terjadi ketika Sophie bertemu Penyihir Howl? Kenapa Nenek Sihir dari Waste menuduhnya mencampuri urusan sang Nenek Sihir? Berhasilkan Shopie kembali ke wujud aslinya? I Looveee how the story goes in the end.. Love the movie.. Love the book..