Padang Bulan & Cinta Dalam Gelas – Andrea Hirata

Penerbit : Bentang Pustaka

Ketika menunggu buku keempat Andrea Hirata (Maryamah Karpov), saya sungguh tidak sabaran. Begitu saya dengar bukunya muncul di toko buku, langsung cari untuk beli. Begitu sampai di tangan langsung dilalap tak bersisa.

Sekarang saya tidak bersikap terburu-buru. Cukup sabar sampai buku Padang Bulan & Cinta Dalam Gelas tiba di tangan saya. Cukup sabar untuk menyelesaikan dulu buku yang tengah saya baca. Cukup sabar untuk membaca sedikit-sedikit, menikmati setiap mozaik.

Dan kesimpulan saya : Wahai Andrea Hirata, teruslah menulis dan menghasilkan karya!. Entah apa yang terjadi pada buku keempat Andrea. Yang jelas di buku kelima ini saya menemukan kembali apa yang saya cari, yang tidak saya temukan di buku keempat. Gaya penulisan, pesan yang dalam tentang cinta dalam pengertian yang luas, semangat dan kisah yang membumi seperti dalam buku laskar pelangi dan sang pemimpi (dua buku kesukaan saya).

Buku ini terbagi ke dalam dua bagian. Yang pertama diberi judul “Padang Bulan”. Sebelumnya sempat beredar info bahwa buku kelima Andrea ini bercerita tentang A ling. Ternyata (menurut saya) lebih banyak bercerita tentang Maryamah. Ya, bagian pertama ini menceritakan tentang muasal Maryamah mendapat tambahan nama “Karpov”. Petualangan seru tentang keteguhan hati dan semangat pantang menyerah untuk membela martabat (read it yourself I don’t want to spoil the fun!!)

“Dulu guru mengajiku pernah mengajarkan, bahwa pertemuan dengan seseorang mengandung rahasia Tuhan. Maka, pertemuan sesungguhnya adalah nasib. Orang tak hanya bertemu begitu saja, pasti ada sesuatu di balik itu.” (Cinta Dalam Gelas – Andrea Hirata)

Bagian kedua diberi judul Cinta Dalam Gelas. Menceritakan kisah hidup Maryamah dari kecil hingga dewasa. Mimpinya, kekuatan hatinya, tangisnya dan suatu pelajaran tnteng ikhlas menerima tanggung jawab, tidak pernah menyerah dan memelihara mimpi.

Diceritakan pula tentang Ikal yang patah hati, putus asa dan dalam suatu jalinan nasib yang unik berkesempatan untuk berpapasan dengan Maryamah dalam suatu episode penting hidupnya.

Kalau sebelumnya, saya sempat bertanya-tanya akan seperti apa buku Andrea jika tetralogi laskar pelangi sudah selesai ditulis. Buku kelima ini menepiskan keraguan saya.

Saya akan menunggu novel berikutnya.

Membaca buku ini membuat saya tertawa, membuat saya terharu dan membuat saya merenung mempertanyakan diri sendiri. “Secepat apa engkau berlari, kawan?”(Lintang).

Salah satu bagian tulisan yang paling saya suka :

-Tak Tergenggam-

Cinta, ditaburkan dari langit

Pria dan Wanita menengadahkan tangan

Berebut-rebut menangkapnya

Banyak yang mendapat seangkam

Banyak yang mendapat segenggam

Semakin banyak

Semakin tak tergenggam

PS : Repost dari blog lama dalam rangka menunggu novel 11 Patriot