Of Bee & Mist By Erick Setiawan

Penerbit : Gagas Media

Alih Bahasa : Fransiska M

Tebal : 570 Halaman

Whoa.. Dua hari ini saya lagi tersihir sama Of Bee & Mist nya Erick Setiawan. Bercerita tentang pengalaman hidup seorang perempuan bernama Meridia, buku ini langsung dibuka dengan kalimat tentang perseteruan antara Meridia dan Eva yang warga kota pun tidak dapat mengingatnya. Lalu kita dibuat penasaran, perseteruan apa sih?

Meridia dibesarkan di sebuah rumah dimana ayah dan ibunya tidak berbicara satu sama lain. Banyak keganjilan dalam rumah tersebut. Mulai dari suhu yang dingin secara tidak wajar, tangga yang bisa memendek dan memanjang, mahluk dalam kaca dan tentu saja elemen yang paling penting, kabut-kabut. Kabut-kabut misterius yang mengganggu siapa saja yang mencoba mengetuk pintu rumah Meridia.

Meridia menghabiskan masa kecilnya dengan berusaha memecahkan persoalan apa yang sebenarnya terjadi antara ibu dan ayahnya. Mengapa ayahnya begitu dingin dan sangat membencinya. Mengapa ibunya menjadi tenggelam di dunianya sendiri dan hidup dalam kealpaan yang dalam. Namun sampai dengan menginjak masa remaja keadaan di rumah Meridia tetap sama, dingin dan misterius.

Ketika berumur 16 tahun Meridia bertemu dengan Daniel dan saling jatuh cinta. Meridia kemudian dikenalkan pada keluarga Daniel dan untuk pertama kalinya berjumpa dengan Eva, Ibu Daniel. Pada perjumpaan pertama itu Meridia sangat terkesan dengan keberadaan Eva. Dibandingkan dengan Ibunya sendiri yang seakan tidak pernah berada di tempat. Sosok Eva terkesan sangat hangat, nyata dan hidup. Meridia mengira bahwa dirinya menemukan sosok ibu yang selama ini dia dambakan.

Atas usaha yang luar biasa dari ibunya akhirnya Meridia memperoleh izin dari ayahnya untuk menikah dengan Daniel. Meridia sangat bahagia dan antusias untuk keluar dari “Rumah Gilanya” dan masuk ke keluarga “normal” Daniel. Mereka pun menikah. Turns out that every family has their own madness and there’s no such thing as a happy ever after.

Di keluarga barunya Meridia menemukan seteru abadinya, dan juga lebah-lebah.. Kejadian demi kejadian membuat Meridia harus bertarung untuk mempertahankan keluarga kecilnya. Seiring berjalannya waktu rahasia keluarganya perlahan-lahan terbuka. Dan Meridia akhirnya mengerti.

Buat saya, buku ini terasa personal sekali. I can relate to the emotions of the characters. Buku ini adalah buku yang tepat di saat yang tepat.

Seberapapun Meridia jatuh berkeping-keping ia selalu menemukan kekuatan untuk bangkit dan ketika telah lelah melawan ia membiarkan waktu menyembuhkannya.

Erick Setiawan has done a really great job. Ia berhasil menciptakan cerita realisme magis yang memikat. Buat saya, tidak kalah asik seperti membaca karya-karyanya Gabriel Garcia Marquez atau Isabel Allende. Penokohan dalam cerita ini juga sangat baik. Jarang sekali saya menemukan tokoh seperti Eva yang alaihim nyebelin, jahat dan manipulatifnya.

Dan akhirnya, satu buku lagi yang saya kategorikan sebagai “must read” kepada anda.

Kau yang kutakutkan,” katanya panjang lebar. “Kau telah menghancurkan setiap bagian dariku dan aku tak dapat menyatukannya kembali. Aku merasa sakit setiap kali melihatmu, dan rasa sakit itu jauh lebih besar daripada cintaku padamu.”

Hal 548 ; pembicaraan antara Meridia dan Daniel.

Shades Of Grey I : The Road To High Saffron By Jasper Fforde

Penerbit : Hodder Publisher

Tebal : 432 Halaman

Selamat datang di Dunia Eddie Russet. Umur 21 tahun. Eddie Russet hidup beratus-ratus tahun setelah terjadinya malapetaka yang disebut ‘The Epiphany’ atau seringkali hanya disebut dengan istilah ‘Something That Happened’.

Masyarakat di dunia Eddie sekarang hidup disebut Chromatica dimana kelas hirarki seseorang ditentukan oleh derajat warna yang dapat mereka lihat. Ungu adalah kelas sosial hirarki tertinggi dan abu-abu adalah kelas sosial dengan hirarki terendah.

Kehidupan mereka diatur oleh sekumpulan aturan dalam sebuah kitab yang disebut The Rules. The Rules dibuat oleh Sang Penyelamat mereka dari The Epiphany, Munsell.

The word of Munsell was The Rules and The Rules were The word of Munsell. They regulated everything we did and had brought peace to The Collective for nearly four ceturies”. Page 31

Setiap orang memiliki account point atas apa-apa yang mereka lakukan dan setiap perbuatan atau perkataan di luar The Rules akan dikenakan denda alias point mereka dikurangi. Setiap mencapai batas minus poin tertentu (yang artinya orang tersebut banyak sekali melanggar The Rules) maka orang tersebut akan dikirim ke kamp Reboot dimana ‘prilaku’ mereka akan di reset ulang agar tidak lagi melanggar The Rules.

Perkawinan didasarkan pada keuntungan terbesar untuk menaikan tingkat warna/status sosial dalam Chromatica dan bukan pada pilihan masing-masing individu. Eddie berharap dapat menikahi Constance Oxblood seorang gadis dari keluarga dengan prosentase merah yang tinggi dan diharapkan dapat menaikkan posisi keluarga Russet dalam hirarki Chromatica.

Inilah dunia tempat Eddie Russet tinggal. Dunia dimana sendok adalah komunitas mahal karena The Rules melarangnya untuk diproduksi lagi. Suatu hari Eddie melakukan suatu tindakan mischiveous dan dihukum dengan ditugaskan untuk melakukan ‘sensus mengenai kursi’ di suatu daerah pinggiran bernama East Carmaine. Disinilah jalan hidup dan cara pandang Eddie mulai terbuka dan ia bertemu dengan gadis yang ingin dia pilih, Jane dengan kelas sosial abu-abu. Fakta demi fakta mulai terbuka dan mengguncang dunianya dan Eddy terpaksa keluar dari cosy ignorannce nya.

Whoaa.. Menyesal buku yang dibeli sejak Oktober taun lalu ini baru dibaca sekarang. Shades Of Grey nya Jasper Fforde ini bener-bener selera saya banget. Ngga abis pikir gimana sang pengarang bisa sekreatif ini. Setiap bab dimulai dengan satu pasal aturan yang tercantum dalam The Rules dan isinya sungguh ngga terduga. Contoh :

9.3.88.32.025 : The Cucumber and the tomato are both fruit; the avocado is a nut. To assist with the dietary requirements of vegetarians, on the first Tuesday of the month a chicken is officially a vegetabel.

Haha! Very entertaining.

Yang pasti buku ini memberikan gambaran bahayanya suatu kumpulan orang yang hidup didasarkan pada sesuatu yang sebenarnya tidak mereka mengerti dan menerimanya begitu saja. Tidak ada keinginan untuk mempertanyakan.Tidak merasa perlu untuk berpikir ‘kenapa?’

Kalo suka 1984 nya Orwell pasti suka juga sama Shades of Grey nya Jasper Fforde ini. Highly recomended. Konon buku ini bakalan ada sequelnya. Can’t hardly wait. Hehe.

My favorite quotes dari halaman 397 pembicaraan antara Eddie dan Jane:

There used to be places called prisons before The Epiphany where demerits were restrained against their will”

“It sounds hideously barbaric” I said.

“Prisons are still with us”, she said,”Only the walls are constructed of fear, taboo and the unknown”

Wicked By Gregory Maguire

Penerbit : HarperCollins Publisher

Tebal : 538 Halaman

This is one of my favorite novel. Someone should published it and translate it in to Indonesian Language. Cerita ini sangat mengubah perspektif saya tentang cerita The Wonderful Wizard Of Oz yang dibuat oleh Frank L. Baum. Semacam twisted version yang menjelaskan masa lalu Sang Wicked Witch Of The West. I don’t believe in fairy tales in think this book brings justice for the wicked witch. Never to judge another person.

Prolog cerita dimulai dengan Sang Wicked Witch of The West yang sedang mengintai para calon pembunuhnya. Sang Singa, Tin Woodman, Scarecrow dan gadis kecil yang kabarnya berasal dari dunia lain itu. Alangkah terkejutnya ketika ia mendapati bahwa mereka sedang membicarakannya. Sang Wicked Witch merasa terganggu karena orang-orang asing itu tidak tau apa-apa mengenai dirinya. Ketika badai mulai turun dan mereka beranjak untuk mencari tempat perlindungan. Barulah ia melihat sepatu perak yang dipakai gadis kecil itu. Sepatu perak adik perempuannya. Sepatu perak yang seharusnya menjadi miliknya..

Lalu cerita mundur ke puluhan tahun sebelumnya. Ke suatu tempat bernama Muchkindlanders tepatnya suatu desa terpencil bernama Rush Margins. Saat itu dunia tersebut terdiri dari lima bagian. Tepat di tengah terdapat sebuah daeran bernama Oz yang bisa disebut pusat dari dunia tersebut. Oz dari generasi ke generasi dipimpin oleh seorang ratu yang selalu bernama Ozma. Di sebelah utara Oz terdapat sebuah daerah yang bernama Gillikin, sebuah daerah perkotaan yang beradab yang memiliki universitas, theater, industri dan sumber peradaban lainnya. Di sebelah timur Oz terdapat sebuah daerah yang bernama Muchkindlanders, daerah pertanian yang menjadi sumber utama pemasok pangan bagi Gillikin dan Oz. Di sebelah selatan terdapat Quadling Country yang merupakan daerah tidak berprospek dan dipenuhi oleh penyakit. Di sebelah barat Oz adalah Winkie Country yang kabarnya tidak berpopulasi.

Kembali ke Rush Margins. Disana hidup sepasang suami istri yang bernama Frexpar (seorang pendeta) dan istrinya Melena. Melena sebenarnya merupakan putri dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah semacam pejabat yang bernama/bergelar Eminent Thropp. Demi cintanya pada Frexpar Melena bersedia mengikutinya, sebuah keputusan yang kemudian disesalinya. Saat itu Melena sedang hamil besar dan terpaksa melahirkan hanya dengan dibantu oleh seorang Bidan dan istri nelayan karena frexpar sedang pergi berkhotbah ke masyarakat desa untuk mencegah mereka mempercayai ramalan dari The Clock of The Time Dragon yang konon dapat menerawang masa depan dan sekaligus membuat masyarakat menjadi liar dan keluar dari ajaran The Unnamed God yang selalu disebarkan oleh Frexpar.

Alangkah terkejut pada bidan ketika mendapati bayi perempuan Melena berwarna hijau dan telah memiliki gigi yang tajam (yang membuat jari sang istri nelayan terputus). Melena dan Frexpar tidak tau apa yang harus dilakukan dengan bayi hijaunya. Mereka menamainya Elphalba. Melena akhirnya memanggil Nanny, perempuan yang telah membesarkannya untuk membantu mengurus Elphalba.

Somewhere along the road, suami istri tersebut menerima seorang Quadlings untuk tinggal bersama mereka. Orang Quadling tersebut bernama Turtle Heart, ia seorang pembuat kaca. Suatu hari Turtle Heart membuatkan sebuah piring kaca yang konon bisa melihat masa depan.

Kata-kata pertama Elphalba diumurnya yang kedua adalah Horrors. Secara tidak sengaja ia melihat apa yang dapat Turtle Heart lihat di piring kaca tersebut. Bahwa dia akan datang, dia akan datang melalui udara dengan sebuah balon besar yang seolah jatuh dari langit. Rezim ozma akan terguling.

Lima belas tahun kemudian Elphalba yang berumur 17 tahun berhasil masuk ke sebuah Universitas Shiz. Universitas bergengsi yang terletak di wilayah Gillikin. Disinilah awal pertemanan antara Elphalba dan Galinda (yang nantinya menjadi The Good Witch). Elphalba adalah wanita muda yang kritis, anti tirani dan berpikir out of the box untuk zamannya. Pada saat itu Sang Wizard sudah berhasil menggulingkan rezim Ozma dan sedang memberlakukan larangan bagi para Animal(para binatang yang memiliki spirit sehingga bisa berbicara dan mempunyai akal) untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan maupun berkendaraan umum. Hal ini yang memicu Elphalba untuk menentang sang Wizard. Disinilah roda nasib Elphalba, Galinda dan Nessarose (adik perempuan Elphalba yang nantinya menjadi The Wicked Witch of The East) mulai berputar.

Bagaimana hingga gadis seperti Elphalba bisa mendapat julukan The Wicked Witch of The West. Read it yourself, dijamin ngga bakalan nyesel. Yang jelas buku ini mengajarkan kita untuk melihat sesuatu dari perpektif yang sama sekali berbeda dan everybody has their own reason for doing what they’re doing. Rame banget dan sangat saya rekomendasikan untuk dibaca!

The Lovely Bones By Alice Sebold

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 432 Halaman

Alih Bahasa : Gita Yuliani K.

Such a grim novel! Setelah baca bukunya baru saya nyempetin nonton dvdnya yang udah lama nangkring di rumah. Rasanya saya lebih suka filmnya. Setidaknya di filmnya banyak gruesome details yang di skip dan hasilnya membuat seluruh cerita menjadi lebih layak tonton.

Jadi… Buku ini dinarasikan oleh arwah seorang anak perempuan berumur empat belas tahun yang dibunuh secara keji pada tanggal 6 Desember 1973. Gadis itu bernama Susie Salmon. Setelah dibunuh (dimana adegan pembunuhan di bukunya membuat saya merasa mual), arwah Susie bertransportasi ke tempat antara. Suatu ruang tunggu antara bumi dan surga. Dari tempat tersebut Susie dapat melihat dan memantau apa saja yang sedang terjadi di bumi. Pada keluarga dan orang-orang yang disayanginya, juga pembunuhnya.

Pembunuhan Susie sangat mengguncang keluarga dan juga lingkungan tempat Susie tinggal. Ditambah dengan mayat dan juga pembunuh Susie yang tidak juga ditemukan. Yang berhasil ditemukan polisi hanyalah sepotong tangan, banyak darah dan beberapa barang Susie di sebuah ladang jagung,

Kenyataan itu membuat ayah Susie menjadi terobsesi untuk menemukan siapa sebenarnya pembunuh anaknya. Obsesi tersebut membuat hubungan antara ayah dan ibu susie menjadi merenggang karena ibunya sebenarnya ingin lari dan menutup semua ingatan tentang pembunuhan anaknya. Kedua adik Susie, Lindsay dan Buckley pun merasa diabaikan sekaligus tertekan karena mendapatkan predikat sebagai adik “anak perempuan yang dibunuh”.

Susie menyaksikan bagaimana keluarganya menjadi saling menjauh, pembunuhnya melenggang bebas seolah tak bersalah dan cinta pertamanya Ray Singh melanjutkan hidup. Pada beberapa titik Susie juga merasa iri pada kenyataan bahwa dia tidak akan mengalami apa yang adiknya Lindsay alami sebagai seorang gadis remaja.

Sepanjang buku saya dibuat gemas karena pembunuh Susie tidak juga mendapat ganjarannya. Pada beberapa bab dalam cerita alurnya terasa sangat lambat sehingga membuat saya merasa bosan dan menutup buku. Dan ada satu adegan menyebalkan dimana arwah Susie berhasil merasuk ke tubuh temannya Ruth untuk bisa menghabiskan beberapa saat di bumi bersama Ray. Oh Please..

Kayaknya saya deh yang terlalu banyak berharap cerita ini berkembang menjadi semi misteri/ detektif/ thriller. Ternyata tidak and the story is too grim for me.

Tapi sebenernya ada satu tokoh yang saya sukai dari cerita ini yaitu sosok Grandma Lynn. Tokoh nenek nyentrik ini rasanya menjadi angin segar di seluruh jalan cerita dan tampaknya satu-satunya tokoh yang bertindak secara kuat dan rasional.

Reckless By Cornelia Funke

Penerbit : Little Brown Books

Tebal : 394 Halaman

I Like the Inkworld Trilogy better. Tapi harus diakui kebolehan Cornelia Funke dalam menciptakan mahluk-mahluk khayalan baru. Kalo di trilogi inkworld cornelia menciptakan fire elves dan glassman, maka di cerita Reckless ini beliau menciptakan ras baru yang disebut Goyl. Goyl secara fisik mirip manusia, hanya saja kulitnya terbuat dari batu.

Cerita dimulai di suatu malam ketika Jacob Reckless (saat itu berumur 12 tahun) sedang menyelinap ke ruangan kerja ayahnya yang telah menghilang selama beberapa waktu. Di ruangan itu Jacob menemukan sebuah cermin yang sangat menarik hatinya. Secara refleks Jacob mengusap permukaan cermin itu. Alangkah terkejut ketika tiba-tiba ia berpindah ke dunia lain. Ya, dua lain dimana dongeng seperti sleeping beauty, hansel&gretel dan rapunzel adalah kisah nyata dengan akhir yang tidak bahagia. Dunia tersebut dinamainya Mirrorworld.

Selama bertahun-tahun Jacob merahasiakan keberadaan dunia tersebut dari Ibu dan adik laki-lakinya Will. Jacob banyak menghabiskan waktu di dunia lain tersebut dengan bekerja sebagai seorang treasure hunter. Hidup di dua dunia sambil mencari Ayahnya yang hilang.

Pada saat itu di Mirrorworld sedang terjadi perang antara ras manusia dan ras goyl. Ras Goyl yang selama ini diburu dan dibunuh oleh manusia sedang menuntut balas. Pemimpin kaum goyl dibantu oleh seorang Dark Fairy yang juga kekasihnya. Atas kutukan dari Dark Fairy tersebut maka ras manusia yang terlukai oleh kaum goyl akan berubah menjadi kaum goyl, manusia tersebut akan melupakan masa lalunya dan bergabung dengan kaum goyl untuk melawan ras asalnya. Dengan bantuan dari Dark Fairy tersebut maka kali ini kaum goyl berada dalam posisi lebih unggul dan ras manusia sedang diambang kekalahan,

Di tengah kekacauan tersebut, tiba-tiba adik Jacob, Will mengikutinya ke mirrorworld terlibat kontak fisik dengan kaum goyl dan akhirnya perlahan demi perlahan berubah menjadi goyl. Perjalanan Jacob untuk menyembuhkan perubahan adiknya menjadi kaum goyl pun dimulai, dengan dibantu oleh kekasih adiknya yang bernama Clara dan sahabatnya seorang shape shifter yang bernama fox.

Hmm.. Suka ngga ya buku ini? Dibilang suka juga ngga tapi ngga suka juga ngga. Karena pada dasarnya cerita ini terilhami dari dongengnya Grimms brother Cuma ini versi twistednya. Jadi ngga begitu banyak mahluk original kayak di trilogi inkworld. Ceritanya juga ngga begitu dalem dan pembangunan alurnya kurang mantep  jadi emosinya ngga kerasa hehe. Kalo di trilogi inkworld setidaknya banyak ide original dan banyak quotation keren. Hehehe.

Tapi kalo yang suka banget genre fantasi kayaknya bakalan suka deh. Masalah selera aja ini mah. Satu poin yang saya suka dari buku ini adalah ilustrasinya yang keren!! Hehehe

Water for Elephants By Sara Gruen

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 512 Halaman

Alih Bahasa : Andang H. Sutopo

Huhu.. Saya nangis bombay baca halaman terakhir dari buku ini. So happy for Jacob Jankowski !! sampe-sampe esmosi. Nah kan loncat-loncat nulisnya.

Awalnya sempet skeptis mau baca novel ini karena sebenernya drama or romance is not my favorite genre dan udah keburu terhasut sama trailler filmnya. I didn’t like the movie trailler. I thought it’s just another romance story but it is not. I love the ending!!

Cerita ini dimulai dengan narasi Jacob yang berumur 93 tahun. Old Jacob tinggal di panti jompo dan sebenarnya tidak menyukainya (tapi kelima anaknya tidak ada yang “bisa” menyediakan sedikit slot dalam hidup mereka untuk mengurusnya). Jacob sedang duduk makan malam dengan teman-temannya ketika seseorang mulai membahas tentang sirkus. Topik itu membawa Jacob terbang ke masa lalu. Ke Jacob yang berumur 23 tahun.

Jacob yang sedang mengikuti kuliah semester akhir sebagai dokter hewan sangat terpukul ketika mendengar bahwa ayah dan ibunya tewas karena kecelakaan mobil. Ternyata ayahnya yang juga dokter hewan tidak meninggalkan warisan apapun karena selama ini ayahnya mengobati hewan dengan tidak menetapkan tarif (saat itu Amerika sedang dalam masa resesi). Rumah pun telah dijadikan jaminan pinjaman (untuk biaya kuliah Jacob)di bank dan akan segera disita.

Jacob merasa hidupnya hancur. Ketika itu dia sedang berkeliaran sendiri di dekat rel kereta, saat ada berangkai-rangkai gerbong kereta lewat dengan tidak berpikir panjang Jacob melompat kedalam kereta tersebut. Ternyata oh ternyata, nasib membawanya melompat masuk ke rangkaian kereta sirkus Benzini Brothers. Dan di situlah perjalanan ribuan mil Jacob bermulai.

Jacob akhirnya diterima sebagai kru sirkus karena fakta bahwa dirinya “nyaris” seorang dokter hewan. Disana dia belajar cara hidup rombongan sirkus dan bertemu dengan tokoh-tokoh mencengangkan seperti Paman Al, August dan istrinya  yang bernama Marlena.

Jacob berteman dengan August, untuk kemudian jatuh cinta pada  Marlena. Suatu saat Paman Al sang pemimpin sirkus memutuskan untuk membeli seekor gajah dari sirkus lain yang sudah jatuh bangkrut. Gajah itu bernama Rosie. Semua orang mengatakan bahwa Rosie adalah gajah dungu dan Paman Al membuang-buang uang dengan membelinya. Namun kemudian Jacob menemukan bahwa sangkaan itu salah besar. Gajah itu adalah binatang yang cerdas.

Kisah demi kisah terus saling membelit antara Jacob, August, Marlena dan Rosie. Setting waktu beralih antara Jacob muda dan Jacob tua membuat kita semakin penasaran apakah pada akhirnya Jacob akan bersama Marlena.

Saya selalu suka cerita tentang Gajah (seperti review yang saya tulis tentang buku Modoc). Gajah menurut saya adalah binatang yang sangat pintar dan saya suka sekali dengan peran Rosie dalam cerita ini. Gajah pintar tapi bandel yang akhirnya men twist jalan cerita.

Dan jangan salah sangka bahwa ini adalah cerita romantisme antara Jacob dan Marlena. Menurut saya, kisah antara Jacob dan Marlena diceritakan dengan porsi yang pas sehingga ngga bikin cerita jadi cengeng. Water for elephants sebenarnya lebih bercerita tentang kehidupan sirkus dan perjalanan hidup yang unik dari seorang anak manusia.

Cerita berakhir dengan setting Jacob yang ada di panti jompo. Ketika akhirnya semua anaknya melupakan kunjungan hari itu dan membuat Jacob tidak bisa mengunjungi rombongan sirkus yang sedang ada disana. Ahhhh.. tapi saya ngga akan ceritain ah.. Hehehe..Bagian yang paling keren menurut saya soalnya.. Recomended deh buku ini!!

Map Of The Invisible World By Tash Aw

Penerbit : Elex Media Computindo

Tebal : 554 Halaman

Alih Bahasa : Nadia Andwiani

Hhmm.. Menurut saya  salah satu syarat dari cerita bergenre drama yang baik adalah kadar “realitas” dan masuk akal dari jalan ceritanya. Jika tidak maka masuk dalam kategori berlebihan dan tidak ada bedanya dengan cerita sinetron di tv.

So.. Back to the story. Buku ini bercerita tentang dua orang kakak beradik, Johan dan adiknya Adam yang ditinggal oleh Ibunya di panti asuhan sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Perdo yang terletak di Kawasan Timur Indonesia pada tahun 1950-an. Tidak ada keterangan mengapa Ibu mereka (yang oleh penduduk setempat diperkirakan ber etnis Sumatra) meninggalkan mereka berdua di tempat terpencil tersebut dan kemudian menghilang tak berjejak.

Mereka berdua lalu diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda. Johan, si kakak diadopsi terlebih dahulu oleh sepasang suami istri yang berasal dari Malaysia (mengapa mereka pergi jauh-jauh ke Pulau Perdo untuk mengadopsi seorang anak pun tidak dijelaskan baik secara tersurat maupun tersirat).

Adam kemuadian diadopsi oleh seorang lelaki berkebangsaan Belanda yang menganggap Indonesia adalah tanah airnya sendiri. Lelaki itu bernama Karl De’Willigen. Adam yang saat itu berumur 5 tahun lalu tinggal bersama Karl di Pulau Perdo. Karl memberinya kasih sayang dan mengajarinya segala hal yang perlu ia ketahui. Semakin beranjak besar, masa lalu yang diingat Adam semakin kabur. Ia ingat ia punya seorang kakak tapi ia tidak bisa mengingat wajahnya.

Lalu cerita bergerak ke tahun 1964. Satu  tahun sebelum peristiwa 30 september di Indonesia. Karena kondisi politik Indonesia, pada saat itu di Pulau Perdo sedang berlangsung razia terhadap orang-orang yang dicurigai komunis dan Karl orang tua angkat Adam yang notabene “bule” terjaring dalam razia tersebut.

Adam yang berhasil bersembunyi ketika peristiwa itu berlangsung akhirnya mengambil keputusan untuk mencari Karl dengan sedikit petunjuk yang ia miliki. Selembar foto, sebuah nama dan sebuah alamat. Margaret Bates, seorang wanita asal Amerika yang kini tinggal di Jakarta. Bertualang lah Adam ke Jakarta untuk meminta bantuan Margaret untuk mencari ayah angkatnya.

Sementara itu, Johan sang kakak yang tinggal dengan keluarga kaya di Malaysia juga selalu merasa bahwa hidup yang dijalaninya sekarang bukanlah kehidupan yang seharusnya dijalaninya. Johan juga tidak bisa menyingkirkan perasaan bersalahnya karena telah meninggalkan Adam.

Di Jakarta, secara ajaib Adam berhasil bertemu dengan Margaret. Margaret langsung bersedia untuk membantu karena ternyata Karl adalah cinta masa lalu yang terlepas dari hidupnya. Namun kemudian Adam terseret oleh arus politik yang sedang berlangsung di Jakarta dan dari sinilah jalan cerita mulai ganjil. Ending nya juga menurut saya masih menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di udara.

Bagaimana kesimpulan saya terhadap buku ini? Latar belakang menarik dan ceritanya juga read-able. But i don’t like it that much. Pada beberapa titik jalan ceritanya “terlalu sinetron” dan cara tokohnya bertindak tidak nyata.

Tash Aw adalah seorang penulis berkewarganegaraan Malaysia yang kini tinggal di London. Sebenarnya, novel pertamanya The Harmony Silk Factory memenangi penghargaan Whitebread First Novel Award pada tahun 2005 serta dinominasikan dalam man Booker Prize. Sepertinya saya lebih penasaran sama novelnya yang pertama. Cari yuk!!

The White Tiger by Aravind Adiga

Penerbit : Penerbit ANDI

Tebal : 361 Halaman

Alih Bahasa : Rosemary Kesauli

Yay! Menemukan satu lagi buku yang bagus bagai menemukan harta terpendam ya! Udah cukup lama buku ini duduk manis di rak buku saya dan sebenarnya ebooknya juga sudah cukup lama bercokol di ebook reader. Ntah kenapa baru minggu kemaren berminat untuk dibaca.

Garis besarnya novel ini bercerita secara sarkastis (cara bercerita yang kayaknya paling saya suka). Isinya adalah monolog dari Balram Halwai pria yang tadinya tidak punya nama sebelum masuk sekolah dan namanya diputuskan oleh gurunya, seorang yang (mengaku) sebagai Enterpreneur dari Bangalore, India. Monolog diceritakan dalam bentuk surat yang ditulis selama tujuh malam. Surat tersebut  ditujukan kepada Perdana Menteri Cina yang akan berkunjung di India.

Melalui surat-surat tersebut Balram menceritakan kisah hidupnya. Bagaimana cara dia merubah nasib dari seorang yang terlahir di sebuah desa di daerah Kegelapan (julukan yang ia buat untuk daerah dimana kemiskinan merupakan suatu lingkaran setan) sampai bisa mendapatkan “pekerjaan terhormat” sebagai seorang supir di keluarga kaya pengusaha batubara (sehingga membuat keluarganya luar biasa bangga), pergi ke New Delhi dan sampai akhirnya menjadi seorang Enterpreneur di Bangalore.

Melalui narasi itulah kita belajar tentang segala ironi, kesinisam dan sarkasme yang terjadi di India. Waktu membaca novel ini sempat terpikirkan oleh saya “why don’t someone write like this about the absurdities that happen ini Indonesia?” hehe. Negara kita juga tidak kalah absurdnya. Korupsinya, lingkaran setan kemiskinannya, kesenjangan ekonominya. Seperti membaca refleksi keadaan negara Indonesia Raya ini.

Balram menganalogikan lingkaran setan kemiskinan yang terjadi di India sebagai Fenomena Kandang Ayam :

Pergilah ke Old Delhi, ke belakang Masid Jama dan lihat bagaimana cara mereka mengurung ayam di pasar. Ratusan ayam betina putih pucat dan ayam jantan warna cerah dijejalkan rapat-rapat di dalam kandang kawat, berdempetan selengket cacing dalam perut….

Di meja kayu di atas kandang ayam ini, tukang jagal muda duduk sambil menyeringai, memajang daging dan organ ayam yang baru dipotong… Ayam-ayam dalam kandang mencium baru darah dari atas. Mereka melihat organ saudara-saudara mereka bertebaran di mana-mana. Mereka tahu merekalah korban berikutnya. Namun mereka tidak memberontak; tidak berusaha melarikan diri dari kandang.

Hal yang persis sama juga terjadi kepada manusia-manusia di negara ini.

Bagimana cara kerja Kandang Ayam? Bagaimana Kandang Ayam bisa secera efektif mengurung jutaan pria dan wanita. Cari tau jawabannya dalam buku ini dan anda akan bertanya-tanya sendiri apa sesuatu yang sama sebenarnya tengah terjadi di negara kita.

Melalui surat-suratnya Balram menjelaskan kepada Perdana Menteri Cina bagaimana caranya dia bisa keluar dari Kandang Ayam  dengan menghalalkan berbagai cara dan akhirnya menganalogikan dirinya sebagai Sang Harimau Putih.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca!! Ngga heran kalo buku ini dapet penghargaan Man Booker Award.