The Time Traveler’s Wife By Audrey Niffenegger

Reviewed on : July 20th 2009

Kisah cinta yang romantis. Itu kesan yang saya dapet setelah membaca buku ini. Romantis tapi ngga berlebihan dan ngga geuleuh. An Extraordinary love story.

Bercerita tentang sepasang manusia Claire dan Henry yang saling mencintai seumur hidup mereka. Henry adalah seorang manusia yang memiliki kelainan gen. Kalo diibaratkan seperti kaset hidup henry bisa di rewind dan forward kapan saja.

Dia bisa kembali ke masa lalu dan lompat ke masa depan. Namun Henry sendiri tidak bisa mengendalikan kapan dia melakukan time travel. Jadi semua perjalanannya melintasi waktu menciptakan jalinan kisah cinta yang unik antara Henry dan Claire.

Claire pertama kali bertemu Henry ketika umurnya 6 tahun, Henry 36. Henry pertama kali bertemu Claire ketika umurnya 25 tahun, Claire 20 tahun. Audrey Niffenegger juga membangun karakter Henry dan Claire dengan kuat dan dalam.

Henry dan Claire akhirnya menikah, membangun hidup dan keluarga. Bagaimanakah mereka bertahan dan menjalani kehidupan. Jelimet, dramatis tapi menarik, romantis dan orisinal. Sepanjang buku saya dibikin penasaran dengan apa yang akan terjadi berikutnya. Agak sedih sih endingnya, sedih tapi manis (halah). Dan saya suka buku yang endingnya macam gini. Sip lah. Recommended untuk dibaca.

Buku ini juga udah dibikin filmnya loh! Yang maen si ganteng Eric Bana. Tapi saya tetep lebih suka versi bukunya.

Change of Heart By Jodi Picoult

Reviewed on : July 20th 2009

Udah lama saya penasaran dengan karyanya Jodi Picoult dan akhirnya saya punya kesempatan untuk baca dan nge review salah satu bukunya Picoult yang judulnya Change Of Heart. Kebetulan saya baca versi bahasa inggrisnya (dapet buku second di Reading L1ghts, hehe).

Buku ini bercerita dari sudut pandang beberapa tokoh utama. Shay Bourne si tokoh utama, sang terpidana mati atas pembunuhan seorang polisi dan anak tirinya. Shay Bourne menderita Bipolar disorder, central auditory processing disorder belum lagi masa kecilnya yang dihabiskan dari satu foster home ke foster home yang lain. Setelah 12 tahun masa penantian hukuman mati. Shay tiba-tiba melakukan beberapa hal yang “tampak seperti keajaiban” dan terobsesi untuk menyumbangkan jantungnya pada Claire Nealon, anak dari polisi yang dia bunuh.

Banyak juga tokoh lain. June Nealon, janda dari sang polisi yang terbunuh yang harus menghadapi dilema antara kebenciannya pada Shay dan situasi dimana anaknya memang membutuhkan transplantasi jantung. Lucius, narapidana penderita HIV yang sel nya bersebelahan dengan Shay. Michael, pendeta yang 12 tahun lalu menjadi juri yang ikut memutuskan untuk menghukum mati shay. Dan Maggie Bloom, tokoh favorit saya. Seorang pengacara yang berusaha agar Shay mendapatkan keinginan terakhirnya.

Cara bercerita dari beberapa sudut pandang ini yang membuat novel ini tidak membosankan. Jalinan ceritanya juga mengalir dan menarik walau memang terlalu dramatis, gampang tertebak dan terlalu banyak kebetulan (menurut saya). Yang penting saya penasaran untuk membacanya terus dan aliran dari halaman ke halaman pun ngga kerasa karena ceritanya mengasyikan.

Akankah Shay Bourne mendapatkan keinginan terakhir untuk medonasi jantungnya ? Apakah dia betul-betul messiah yang dapat melakukan keajaiban? Benarkah dia seorang pembunuh? Hehe.. Sebaiknya anda baca sendiri karena ngga buang waktu kok baca buku ini.

Asyik. Dapet deh satu lagi pengarang favorite. Jadi pengen baca bukunya Jodi Picoult yang Judulnya My Sister Keeper. Konon udah dibikin filmnya buku itu.

Remember Me? By Sophie Kinsella

Reviewed on : July 2nd 2009

Waktu awal-awal novel dengan genre chick lit keluar, saya termasuk yang rajin ngikutin karena cukup menghibur juga buat para wanita dengan segala permasalahannya ,hehe.. Awalnya beli karena sampulnya lucu-lucu lama-lama milih-milih juga mana pengarang yang emang bukunya menghibur.. Sophie kinsella ini salah satu diantara yang pinter bikin cerita yang menghibur.. Dan terus terang, diantara segala keriweuhan yang terjadi saya pengennya baca buku yang ringan dan menghibur aja..

Bercerita tentang seorang perempuan muda bernama lexi.. Lexi mengalami kecelakaan di tahun 2004 dan terbangun di tahun 2007. Kok bisa ? Ternyata si eneng the mengalami amnesia dan melupakan 3 tahun hidupnya..

Saat dia bangun lexi telah menjadi orang yang berbeda, lebih cantik (karena operasi plastic), lebih kurus, sudah menjadi bos dan menikah dengan pria tampan kaya raya.. Lexi merasa jadi Cinderella dan heran bagaimana hidupnya bisa berubah 180 derajat dalam 3 tahun..

Seru ngikutin bagaimana Lexi menghadapi amnesianya. Bayangkan aja kalo anda tiba-tiba bangun dan tidak ingat kalo sudah punya suami ? Hehe..

Ternyata oh ternyata, hidup memang ngga seindah fairy tale.. Lexi menemukan bahwa hidupnya pun ngga seindah yang dia bayangkan. Di jalan meraih kesuksesan ada beberapa hal yang harus dikorbankan. Pergulatan lexi dalam menghadapi kenyataan diceritakan lumayan seru dan menggelitik oleh Sophie Kinsella. Dan alasan mengapa Lexi mengubah arah hidupnya dalam 3 tahun pun terungkap di akhir cerita.

Buku ini menghibur kok.. Cocok dibaca kalo lagi punya waktu luang dan pengen baca sesuatu yang nyenengin.. 😉

Modoc By Ralph Helfer

Reviewed on : June 29th 2009

Saya membeli buku ini di tahun 2007. Sampai saat ini saya sudah membacanya dua kali dan selalu berakhir termehek-mehek, hehe. Buku terbitan Elex Media Komputindo yang bertebal 418 halaman ini ditulis berdasarkan kisah nyata dan sungguh mampu untuk mengetuk mata hati.

Buku ini bercerita tentang persahabatan anak manusia bernama Bram dan seekor gajah bernama Modoc. Mereka lahir di hari dan jam yang sama, dan takdir mereka pun kemudian bertalian seumur hidup. Bram adalah anak dari seorang pelatih gajah di kelompok sirkus.

Petualangan mereka dimulai dari bangkrutnya pemilik sirkus sehingga sirkus itu dan segala isinya harus dijual termasuk Modoc. Dari titik itu Bram senantiasa berusaha mati-matian untuk berada di dekat Modoc, dan keputusan itu membawanya ke peristiwa-peristiwa luar biasa. Mengapung di lautan bersama Modoc karena kapal yang mereka tumpangi karam, terjebak di tengah konflik militer di pedalaman India, hingga akhirnya bersama-sama menghadapi masa tua. Tentu saja cerita ini juga dilengkapi dengan kisah percintaan. Tapi kisah yang terjadi sangat realistis dan dewasa (menurut saya loh) sehingga menambah dalamnya cerita.

Mungkin banyak pembaca akan menyangsikan betapa pintarnya Modoc, sang gajah yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Namun gajah memang binatang pintar yang punya ingatan panjang. Silahkan dibaca literature yang bertebaran di jagat maya tentang gajah.

Buku ini sangat menyentuh. Apalagi kalau pembaca pernah merasakan punya binatang peliharaan. Pasti ikut gemes ketika sampai di bagian Modoc diperlakukan dengan kejam dan ikut termehek-mehek ketika Bram dan Modoc harus menghadapi kematian.

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca. Terutama ketika anda sedang marasa sumpek dengan rutinitas hidup. Buku ini bias jadi embun penyegar yang membuat hati anda fresh lagi.

Recto Verso by Dee

Reviewed on : June 29th 2009

Terus terang hari sabtu ini saya tersihir dengan buku rectoverso nya dee. Saya membaca sambil menggendong ayid, sambil nungguin ayid bobo, pokoknya engga lepas dari tangan. Menyesal buku yang udah lama ada di stok rumah ini baru dibaca sekarang.

Buku ini luarbiasa. Bravo dee. Terdiri dari 11 kisah, dee menceritakan semuanya dengan bahasa yang puitis yang pas dan mengalir. Sangat menyihir dan saat selesai membaca kisah terakhir membuat saya sedikit sedih karena saya pengen disuguhi kisah-kisah lain lagi. Tema nya pun unik dan kebanyakan sangat spritual.

Sayangnya saya ngga baca sambil denger lagunya. Kayanya kalo baca sambil denger lagunya bakalan lebih mantap deh. Jadi pengen nyari mp3 nya, huhuhu. Konsep cerita pendek yang dibarengi dengan lagu ini juga inovasi yang OK banget menurut saya, karena lagu bisa membangun dan mempertajam suasana yang ingin dibangun.

Bahkan terkadang saya punya wishful thingking, andai dalam hidup kita ini selalu disertai dengan soundtrack lagu sehingga perasaan kita jadi lebih tajam, jiwa kita tidak menjadi tumpul dan segala peristiwa hidup dapat lebih dihayati.
Dee menjawab keinginan saya itu. Terbayang ketika saya membaca cerpennya dan menghayalkan jalan ceritanya sambil diiringi lantunan suara bening dee. Rasanya akan menjadi makanan segar bagi hati yang terkadang terasa kering. Hehe. Huaaa.. Pokoknya saya pengen ngulang baca buku ini sambil denger lagunya.

Recommended banget deh buku ini. Nyesel kalo ngga baca !!! hehe

Brisingr By Christopher Paolini

Reviewed on : May 4th 2009

Saya suka cerita di buku pertamanya Christopher Paolini “Eragon”, walau agak bosan rasanya membaca cerita yang mengandung elf dan kurcaci, namun di buku pertama itu Christopher Paolini menulisnya dengan cukup seru dan bikin penasaran. Di buku kedua “Eldest” terdapat kejutan-kejutan yang menyenangkan, bahwa ternyata Saphira bukan satu-satunya naga yang tersisa selain Shruikan-Naga Galbatorix.

Pertama kali melihat buku Brisingr di etalase toko buku Periplus, kesan yang saya dapat,

“Wuih tebelnya, tamat kayanya nih, asik.. asik”

Namun saya menyabarkan diri untuk menunggu sang edisi bahasa indonesianya keluar (Mahal soalnya euy edisi Bahasa Inggrisnya, 375 ribu kalo ga salah harganya). Setelah mendapatkan edisi bahasa indonesianya setebal 875 halaman dan selesai membacanya.. Sebenarnya saya masih mengharapkan sesuatu yang luar biasa terjadi sampai halaman-halaman terakhir.. Tapi ternyata tidak ada yang luar biasa.. Konon saking panjangnya Paolini menulis, buku terakhir ini dipecah menjadi dua dan yang seru-serunya tampak disimpan untuk buku keempat.. yaaaahhh..

Agak bertele-tele Paolini menulisnya.. Seperti terlalu banyak yang ingin dituliskan dan akhirnya membuat jalan ceritanya berjalan lambat dan melelahkan membacanya (untuk saya loh). Memang ada beberapa fakta-fakta penting yang terungkap. Seperti siapa ayah Eragon, ramalan Angela yang menjadi nyata. Tapi teuteup kurang greget ah.

Hehe, maaph yah buat para penggemarnya Paolini kalo ada salah-salah kata. Harus diakui hebat buat seorang penulis muda bisa menelurkan buku seperti Eragon, Eldest dan Brisingr. Bravo !! Kayanya buku keempatnya bakalan rame deh.. Tamat soalnya, hehe..

Midwives By Chris Bohjalian

Reviewed on : March 27th 2009

Cara bertutur di dalam buku ini mengalir dan enak untuk dibaca.. Tidak terasa 372 halaman sudah selesai dilewati dan sampai halaman terakhir pun saya masih belum bisa menentukan sikap bagaimana menghadapi permasalahan dalam buku ini.. Benar-benar merasa berdiri dalam grey area, hehe..

Menceritakan tentang seorang bidan bernama Sibyl Danforth.. Sibyl adalah seorang bidan yang cukup berpengalaman dan dapat dipercaya.. Suatu hari sibyl harus menangani persalinan rumah yang cukup complicated di tengah cuaca yang tidak mendukung sehingga tidak memungkinkan untuk membawa pasiennya ke rumah sakit.. Pasiennya tiba-tiba mengalami shock karena persalinan yang panjang dan oleh sibyl sang pasien di diagnosa meninggal dunia.. Untuk menyelamatkan bayi sang pasien, sibyl memutuskan untuk melakukan operasi Caesar darurat dengan menggunakan pisau dapur.. hasilnya sang bayi selamat…

Masalah timbul kemudian ketika berbagai pihak meragukan diagnosa sibyl bahwa sang pasien sudah meninggal ketika prosedur Caesar dilakukan.. Sibyl diseret ke pengadilan atas apa yang mungkin dia lakukan.. Melakukan prosedur Caesar pada pasien hidup tanpa pembiusan dan peralatan medis lainnya..

Diceritakan dari sudut pandang anak perempuan dari sibyl yang masih berusia remaja.. Buku ini juga menggambarkan bagaimana ketakutan seorang anak perempuan dalam mengalami krisis yang terjadi, dan keberanian anak perempuan tersebut untuk melakukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu menyelamatkan keluarganya..

Buku yang menarik untuk dibaca..

City of Joy By Dominique Lappierre

Reviewed on : February 22nd 2009

Ketika membaca buku city of joy, saya menemukan banyak kesamaan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. City of joy berlatar belakang kota Calcutta, India tepatnya di sebuah perkampungan yang bernama Anandh Nagar yang artinya negeri bahagia.

Perkampungan ini merupakan suatu perkampungan kumuh (slum) dengan penduduk yang amat padat, fasilitas sanitasi yang kurang dan didera oleh berbagi cobaan hidup yang amat sangat dashyat. Namun demikian penduduk Anandh Nagar tidak pernah merasa nelangsa atau bersusah hati atas segala apa yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka menjalani hidup dengan pasrah, ikhlas dan senantiasa bersyukur sehingga sinar kebahagiaan selalu dapat ditemukan di tatapan mata penduduk perkampungan Anandh Nagar.

Inilah bagian yang paling menarik dari cerita dalam buku ini. Bahwa dalam setiap bentuk penderitaan, bahkan yang paling buruk sekalipun, hidup selalu bisa dinikmati apabila kita bersyukur dan bersikap legowo dalam menghadapinya.

Ada dua tokoh utama dalam buku ini. Yang pertama adalah Hasari Pal, seorang petani dari daerah Benggala yang terpaksa hijrah ke kota Calcutta karena lahan pertaniannya tidak bisa lagi memberikan hasil yang memadai untuk memberi makan keluarganya. Yang kedua adalah Stephan Kovalski, seorang misionaris asal Polandia yang ingin benar-benar menghayati kesusahan hidup yang dialami oleh penduduk Calcutta. Kedua tokoh ini menjalani kisahnya masing-masing sebelum akhirnya benang nasib mempertemukan mereka pada bab 64 dari 72 bab dalam buku ini.

Buku ini ditulis berdasarkan riset sang pengarang di Calcutta. Ada banyak kenyataan hidup yang cukup mengerikan yang bisa kita temukan dalam buku ini. Sejauh apa seseorang mau berbuat sesuatu demi memberi makan dan membahagiakan keluarganya. Banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari penduduk Anandh Nagar. Maka dari itu buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.

Dian yang Tak Kunjung Padam By S. Takdir Alisjahbana

Reviewed on : February 9th 2009

Lagi pengen baca karya klasik pengarang Indonesia nih… Kebeneran punya tapi belum dibaca buku Dian Yang Tak Kunjung Padam karyanya S. Takdir Alisjahbana… Buku yang saya punya dikeluarin penerbit Dian Rakyat tahun 2007, tebalnya 156 halaman sajah… Beruntunglah anak-anak sekolahan jaman sekarang… Perasaan waktu saya SMA pas pelajaran bahasa Indonesia disuruh ngeresensi karya sastra Indonesia nyarinya susah setengah mati… Hehehe… Beruntunglah sekarang ada penerbit yang care sama karya sastra Indonesia…

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1938 (menurut si pintar wiki), jadi gaya bahasa penulisannya pun masih jaman baheula banget. Perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan tapi setelah lewat halaman ke-10 pasti terbiasa juga…

Bercerita tentang kisah cinta klasik antara seorang pemuda petani miskin dari uluan bernama Yasin, dengan seorang pemudi anak bangsawan di kota Palembang bernama Molek (what a name) yang diawali dengan cinta pada pandangan pertama… Di masa itu perbedaan keturunan ternyata bisa menjadi jurang pemisah cinta yang amat besar yang akhirnya menjadi pusat cerita buku ini…

Buku ini menarik karena kita bisa belajar banyak tentang budaya Indonesia, khususnya di masa itu, dimana ternyata sedari dulu penyelenggaraan perhelatan pernikahan bukan merupakan sesuatu yang sederhana dan surat-menyurat antara pemuda dan pemudi adalah sesuatu yang tabu dan melanggar tata krama (bandingkan dengan budaya kita sekarang ;p)

Kisah cinta antara Yasin dan Molek mendapat pertentangan keras dari orang tua Molek yang keturunan bangsawan sehingga pada akhirnya memaksa Molek untuk mengambil jalan yang pahit dan meninggalkan Yasin dengan segunduk penyesalan…

Kisah cinta klasik banget deh… Tapi ngga ada salahnya dibaca… Hitung-hitung mengenal karya sastra bangsa sendiri, hehehe…

Twilight Saga By Stephenie Meyer

Reviewed on : February 9th 2009

Saya membaca versi e book nya dari kuartet Twilight Saga nya Stephenie Meyer ini.
Kenapa ngga beli aslinya, karena pada awalnya saya nonton filmnya yang twilight itu, terus penasaran cerita selanjutnya (dan katanya serial ini lagi beken di kalangan anak abg makanya saya kategorikan teens sajah), tapi ngga cukup yakin mau spend some money untuk membeli bukunya.

Rencananya sih kalo setelah baca versi e book nya rame, baru beli bukunya buat dikoleksi…

Tapi ternyata, untung juga ngga beli bukunya, hehehe… Sebenernya saya tipe orang yang cukup menikmati cerita-cerita fiksi berseri kaya gini… Terbukti dari koleksi bukunya J.K Rowling, Philp Pullman, J. R. R. Tolkien, C. S. Lewis, A Series Of Unfortunate Event dan banyak lagi… Tapi untuk yang satu ini saya saranin baca e book nya ajah, hehe..

Sebenernya ceritanya lumayan.. Berkisah tentang perjalanan kisah cinta Isabella Swan dengan Edward Cullen sang Vampire (versi baik) yang berliku-liku.. Diwarnai cinta segitiga dengan sorang warewolf bernama Jacob Black dan beberapa episode pertarungan yang cukup seru dengan vampire-vampire jahat..

Cerita ini bisa juga dibaca untuk membunuh waktu.. Buat yang lagi nyantai banget dan ngga mau mikir dalem-dalem… Atau ini masalah cuma masalah selera ya… Kayanya banyak juga yang menganggap buku ini rame … Hehe.. Buat saya siy kurang mantep ah.